Sebanyak 50 Penyandang Tuna Netra Diajari Cara Memilih Kepala Daerah

Kompas.com - 05/05/2018, 13:48 WIB
Sosialisasi pemilih bagi penyandang cacat tuna netra di pendopo KPU Kendal. Kompas.com/Slamet Priyatin Kompas.Com/Slamet PriyatinSosialisasi pemilih bagi penyandang cacat tuna netra di pendopo KPU Kendal. Kompas.com/Slamet Priyatin

KENDAL, KOMPAS.com - Sebanyak 50 penyandang tuna netra mengikuti sosialisasi dan pendidikan pemilih yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Kendal di pendopo setempat, Sabtu (5/5/2018).

Dalam kesempatan itu, anggota KPUD Kendal Hevy Indah Oktavia mengatakan, sosialisasi dan pendidikan untuk pemilih penyandang tuna netra ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pemilih.

Ia berharap, 50 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut bisa menularkan ilmunya ke peyandang tuna netra yang lain.

“Jumlah penyandang cacat tuna netra se-Kabupaten Kendal, yang masuk dalam daftar pemilih, ada 275 orang,” ujarnya.

Baca juga: Dengan Alat Ciptaan Siswa SMA Ini, Tuna Netra Bisa Mendengar Warna

Menurut Hevy, untuk memudahkan penyandang tuna netra memilih calonnya, pihaknya akan menyediakan tamplet atau alat bantu braille, di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

“Nanti setelah mendaftar, keluarga yang mengantar atau anggota TPS akan menuntun menuju bilik suara. Tapi meeka tidak boleh berada di situ. Tugas mereka hanya mengantar,” tambahnya.

Salah satu penyandang tuna netra yang ikut dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih, Slamet (35), mengaku kalau dirinya sudah paham cara mencoblos calon gubernur dan wakil gubernur. Sebab sudah beberapa kali ikut Pemilu.

“Saya hanya minta, supaya pemerintah lebih memberi kemudahan kami saat menyalurkan hak pilihnya,” ujarnya.

Baca juga: Inovasi Pria Asal Bantul Buat Alat Bantu Tuna Netra Belajar Matematika

Penyandang tuna netra lain, Lilik (21), mengaku kalau dirinya baru pertama kali ini ikut Pemilu.

Ia mengucapkan terima kasih kepada KPU Kendal yang telah memberi petunjuk bagaimana cara mencoblos. Sebab ia tidak bisa membaca huruf braille.

“Tadi diberi petunjuk, nanti ada kolomnya. Yang kiri nomor satu, yang kanan nomor dua,” tambahnya. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

Regional
Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Regional
Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Regional
'Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua'

"Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua"

Regional
Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Regional
Seorang Pejabat Utama Polres Madiun Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

Seorang Pejabat Utama Polres Madiun Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

Regional
KPK Periksa 63 Kepala SMP yang Mundur karena Diperas Kejaksaan

KPK Periksa 63 Kepala SMP yang Mundur karena Diperas Kejaksaan

Regional
Perkosa Gadis 14 Tahun, Sopir dan Kernet Ajak Temannya untuk Menonton

Perkosa Gadis 14 Tahun, Sopir dan Kernet Ajak Temannya untuk Menonton

Regional
Syarat Perguruan Tinggi di DIY Gelar Kuliah Tatap Muka

Syarat Perguruan Tinggi di DIY Gelar Kuliah Tatap Muka

Regional
Polisi Bongkar Kasus Penipuan Penerimaan Taruna Akpol Senilai Rp 1 Miliar

Polisi Bongkar Kasus Penipuan Penerimaan Taruna Akpol Senilai Rp 1 Miliar

Regional
Pembantu Ini Sudah 4 Kali Cabuli Bayi sambil Video Call Suami

Pembantu Ini Sudah 4 Kali Cabuli Bayi sambil Video Call Suami

Regional
Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Regional
Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X