CN-235 MPA, Pesawat Intai Canggih Buatan Anak Negeri, Tambah Kekuatan Alutsista Skadron 5 Hasanuddin

Kompas.com - 05/05/2018, 10:59 WIB
Pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia. Pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia.

MAROS, KOMPAS.com - Satu unit pesawat CN-235 Tipe MPA (Maritim Patrol Aircraft) buatan PT Dirgantara Indonesia diserah terimakan di hanggar Skadron 5 Lanud Hasanuddin Makassar yang bermarkas di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (4/5/2018).

Proses serah terima yang ditandai dengan aksi terbang rendah CN-235 menyambar di atas Apron Galaktika.

Dengan menggunakan dua armada pemadam kebakaran, semburan air dari arah berlawanan menyambut kedatangan pesawat intai berteknologi canggih CN-235 MPA yang memiliki kemampuan terbang rendah hingga ketinggian 1000 feet

Baca juga: Pesawat CN-235 Pesanan Kedua untuk Senegal Telah Tiba di Dakar

Iwan Krisnanto yang mewakili PT Dirgantara Indonesia menjelaskan, pesawat pabrikan dalam negeri ini telah dilengkapi sistem komputer yang diintegrasikan dengan sistem sensor hingga memiliki kemampuan menangkap rute dan pancaran frekuensi.

Masih menurut Iwan, pesawat ini juga memiliki kemampuan radar untuk dapat menjangkau antara 100 hingga 200 Notical Mile ditambah dengan kemampuan kamera beresolusi tinggi hingga dapat memaksimalkan proses patroli di wilayah NKRI.

Baca juga: Belgia Beli Satu Lagi Pesawat CN-235 Buatan PT Dirgantara Indonesia

“Kedepannya pesawat jenis CN-235 ini akan dibekali roket, sehingga selain melakukan patroli, juga langsung dapat melakukan penindakan,” ungkap Iwan saat memberikan keterangan pers, di Skadron 5 Hasanuddin, Jumat.

Hingga saat ini, PT Dirgantara indonesia telah membuat 18 unit pesawat yang saat ini telah digunakan oleh Turki sebanyak 9 pesawat, 4 pesawat untuk Korea dan selebihnya digunakan TNI baik Angkatan Udara mauapun Angkatan Laut.



Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X