Di Palembang, Abraham Samad Dideklarasikan Sebagai Calon Presiden

Kompas.com - 04/05/2018, 22:35 WIB
Deklarasi Abraham Samad sebagai calon Presiden oleh relawan kita AS di Palembang KOMPAS.com/ Aji YK PutraDeklarasi Abraham Samad sebagai calon Presiden oleh relawan kita AS di Palembang

 PALEMBANG, KOMPAS.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dideklarsikan sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilu 2019 mendatang oleh relawan Kita AS Sumatera Selatan, Jumat (4/5/2018).

Chandra, koordinator relawan Abraham Samad (AS) mengatakan, dukungan para kelompoknya diberikan kepada Abraham sebagai capres karena sampai saat ini pengentasan soal korupsi di Indonesia masih jalan di tempat.

Latar belakang Abraham Samad sebagai mantan ketua KPK diharapkan mampu memberantas korupsi di instansi pemerintahan. 

 “Pasca reformasi di bawah lima presiden sebelumnya, masalah korupsi tetap menjadi momok besar bangsa kita. Kami menginginkan sosok Abraham Samad sebagai presiden untuk mengatasi hal itu,” kata Chandra.

Kasus korupsi sendiri merupakan tindak pidana yang dapat merusak tatanan negara. Tak hanya itu, seluruh pembangunan tak dapat diselesaikan secara baik jika korupsi terus terjadi.

 “Gerakan relawan AS ini hadir untuk menunjukan kepada anak-anak jika problema politik bangsa harus dituntaskan. Kami mengharapkan Abraham Samad sebagai peimpin bangsa ini yang mampu melihat masalah korupsi dan problem lainnya,” ujarnya.

Baca juga : Jawaban Abraham Samad Jika Jadi Cawapres Jokowi...

Sementara itu, pengamat sosial politik Arief Ardiansyah yang juga hadir dalam deklarasi menjelaskan, selama ini banyak pemimpin baik namun tidak ada yang berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan.

Sosok Abraham Samad, menurutnya, memiliki kans untuk maju sebagai calon presiden guna mengubah keadaan bangsa ini. 

“Samad memiliki kans untuk maju sebagai calon presiden. Masa bangsa ini tidak ada stok lain, kita harus lihat gerakan ini sebagai bola salju, dan rakyat yang menilai. Dalam politik segala sesuatu merupakan kemungkinan, tidak ada yang tidak mungkin," ujarnya.

Baca juga : Kasus Novel Baswedan Mandek, Abraham Samad Sebut Itu Preseden Buruk

Abraham Samad pun berterima kasih kepada para relawannya di Sumsel yang telah memberi dukungan kepada dirinya untuk maju sebagai calon presiden.

 "Insya Allah dukungan dan amanah yang diberikan kepada saya dapat memberikan semangat untuk kita bersama-sama mengupayakan membangun bangsa ini lebih baik," ujar Abraham melalui sambungan telekonfrens di lokasi deklarasi.

Kompas TV Mantan Ketua KPK Abraham Samad memandang perlu penyidikan kasus Bank Century untuk dilanjutkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X