Setya Novanto Akan Kooperatif, Pengacara Sebut Akan Ada Kejutan

Kompas.com - 04/05/2018, 19:41 WIB
Terpidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto melambaikan tangan ke arah awak media saat keluar dari Rutan KPK untuk dieksekusi menuju Rumah Tahanan (Rutan) Sukamiskin Bandung oleh Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jakarta, Jumat (4/5). Mantan Ketua DPR Setya Novanto divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan telah terlibat dalam korupsi proyek e-KTP. ANTARA FOTO/Adam BariqTerpidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto melambaikan tangan ke arah awak media saat keluar dari Rutan KPK untuk dieksekusi menuju Rumah Tahanan (Rutan) Sukamiskin Bandung oleh Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jakarta, Jumat (4/5). Mantan Ketua DPR Setya Novanto divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan telah terlibat dalam korupsi proyek e-KTP.

BANDUNG, KOMPAS.com - Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto mengaku siap bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proses hukum selanjutnya terkait kasus yang sama yang menjeratnya.

Hal tersebut diungkapkan Setnov saat tiba di Lapas Sukamiskin di Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jumat (4/5/2018).

"Tentu saya akan kooperatif pada KPK pada saat nanti menghadiri saksi-saksi perkara lain e-KTP karena masih ada hal-hal yang perlu disampaikan nanti," ungkapnya.

Baca juga : Tiba di Lapas Sukamiskin, Setya Novanto Akan Berdoa dan Tenangkan Diri


Terkait pengajuan status justice collaborator kepada KPK, Setnov mengaku mempercayakannya kepada kuasa hukumnya dan KPK.

"Kami percayakan semua pada pihak. Saya di sini bisa ketemu dengan kawan-kawan, berdoa semua supaya saya kuat dan tabah," ujarnya. 

Setnov juga mengatakan akan ada saksi-saksi lain yang dibutuhkannya dalam proses hukum kasus ini.

"Iya pasti ada dan itu mungkin ada cara lain untuk bisa ditingkatkan dalam kasus ini. Kami lihat perkembangannya. KPK yang lebih tahu," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, mengatakan, Novanto masih tetap konsisten untuk bisa menjadi justice collaborator.

"Beliau masih konsisten kok. Tunggu saja. Beliau tetap akan melewati proses hukum kan, masih ada tersangka baru, saksi. Akan ada kejutan-kejutan," katanya.

"Tentu kita tunggu saja. Sekarang kan Pak Setnov baru mau masuk ke dalam (lapas)," imbuhnya.

Baca juga : Alasan Polisi Hentikan Kasus Penistaan Pancasila oleh Rizieq Shihab 

Soal kemungkinan tersangka baru, Firman mempercayakan itu kepada KPK.

"Kami percayakan kepada KPK ya. Kan sudah diinformasikan. Iya toh sudah disampaikan terang benderang apa adanya," tuturnya.

"Harapannya ya tindak lanjut dong jangan warisan masa lalu ini dikorbankan kepada Pak Setnov saja," tambah Firman.

Sebelumnya diberitakan, Setya Novanto tiba di Lapas sekitar pukul 16.42 WIB. Novanto tiba dengan mengenakan kaus dan jaket hitam dengan pengawalan 3-4 petugas KPK.

Saat turun dari minibus Isuzu Panther hitam bernomor polisi B 1243 SOQ, Setnov langsung dikerubungi awak media. Dia mengatakan bahwa Lapas Sukamiskin akan menjadi pesantren baginya untuk menenangkan diri dan berdoa.

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Regional
Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Regional
Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Regional
Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Regional
Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Regional
Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Regional
Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Regional
Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Regional
Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Regional
Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Regional
Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan 'Isi Tas' Minimal Rp 30 Miliar

Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan "Isi Tas" Minimal Rp 30 Miliar

Regional
Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Regional
Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Regional
Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Regional
Festival Mlaku Mlaku Nang Tunjungan Surabaya, Suguhkan Aneka Kuliner dari 240 UMKM

Festival Mlaku Mlaku Nang Tunjungan Surabaya, Suguhkan Aneka Kuliner dari 240 UMKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X