Tangani Citarum, Menristekdikti Berlakukan KKN Tematik

Kompas.com - 04/05/2018, 13:22 WIB
Foto udara permukiman terdampak banjir di Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (26/2). Luapan Sungai Citarum yang merendam sedikitnya 9.000 rumah di 8 kecamatan Kabupaten Bandung akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat (23/2), hingga saat ini belum surut. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama/18 RAISAN AL FARISIFoto udara permukiman terdampak banjir di Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (26/2). Luapan Sungai Citarum yang merendam sedikitnya 9.000 rumah di 8 kecamatan Kabupaten Bandung akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat (23/2), hingga saat ini belum surut. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama/18

BANDUNG, KOMPAS.com - Untuk membantu memulihkan Sungai Citarum, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meluncurkan kuliah kerja nyata (KKN) tematik. 

KKN tematik tersebut diberi tema "Sumbangsih Pendidikan Tinggi untuk Wujudkan Citarum Harum”.

Menristekdikti Muhammad Nasir mengatakan, mahasiswa akan dilibatkan dan terjun langsung ke masyarakat. Mereka akan mendampingi dan mengedukasi masyarakat mengenai pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS citarum.

"Kami sudah koordinasikan (dengan perguruan tinggi negeri dan swasta se- Jawa Barat dan DKI Jakarta) baik dari hulu, tengah, maupun hilir jadi di-clustering sesuai bidangnya masing-masing,” ujar Nasir, Jumat (4/5/2018).

Baca juga : Benahi Citarum, Luhut Beri Batas Waktu 3 Bulan Perusahaan Lengkapi IPAL

Menurut Nasir, inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi harus diimplementasikan kepada masyarakat.

"Kemudian bagaimana agar masyarakat nilai ekonominya ditingkatkan agar ekonominya makin baik. KKN tematik sekarang sedang berjalan”, kata Nasir.

Nasir optimistis, dengan KKN Tematik dalam 2 tahun ada pengaruh signifikan terhadap DAS Citarum.

"Karena ada pendampingan mahasiswa, satu, air harus semakin bersih dari kotoran, masalah limbah harus kita bersihkan. Kedua masyarakat secara ekonomi harus menjadi lebih baik, tingkat kesehatan harus makin baik tingkat pendidikan harus makin baik,” lanjut Nasir.

Baca juga : Menyelisik Kerusakan Sungai Citarum terhadap Pembangkit Listrik

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, KKN tematik bakal dilaksanakan di sepanjang sungai ini. Dengan begitu, akan dilahirkan inovasi-inovasi baru.

"Mahasiswa, kita semua, harus kasih perhatian. Karena lingkungan ini dampaknya sangat besar dari yang kita bayangkan," tuturnya. 

"Jadi, kita tidak ingin nantinya di masa depan kita mendapatkan generasi yang kuntet, bonus demografi kita bukan bonus demografi yang kuntet, tapi bonus demografi yang sehat,” tambahnya.

Berita sebelumnya, Februari 2018, Presiden Joko Widodo memperkirakan diperlukan waktu 7 tahun untuk perbaikan Citarum.

Setelah diterbitkannya Peraturan Presiden 15/2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, pemerintah terus bergerak membersihkan Sungai Citarum.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X