Kompas.com - 03/05/2018, 15:31 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Unjuk rasa massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kediri, Jawa Timur, untuk memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional di depan gedung DPRD Kota Kediri, Kamis (3/5/2018), diwarnai kericuhan.

Massa yang terdiri dari belasan mahasiswa itu terlibat adu dorong dengan beberapa personel kepolisian yang menjaga gerbang masuk gedung dewan. Di depan gerbang yang terkunci itu pula, massa sebelumnya tertahan sehingga menggelar aksinya di tempat itu.

Kericuhan itu terjadi karena massa marah aksi mereka tidak cepat mendapat respons dari para anggota dewan. Mereka juga tidak bisa segera masuk area gedung karena terhalang oleh petugas yang berjaga.

Kericuhan yang terjadi beberapa saat itu baru terhenti setelah koordinator aksi dibantu beberapa mahasiswa menenangkan massa. Koordinator terlihat berupaya pasang badan di antara polisi dan massa untuk menghalau pengunjuk rasa dari tindakan yang lebih kasar.

"Hati-hati provokasi!," suara lantang berulang-ulang dari sebuah megafon.

Baca juga : Hardiknas, SMA Tempat Jokowi Belajar Jadi Percontohan Kantin Kejujuran

Sementara itu, pihak kepolisian juga mendesak massa agar menjaga kondusivitas dan menjalankan unjuk rasa secara tertib. Polisi mengancam akan membubarkan aksi jika mereka tidak bisa menjaga ketertiban dan keamanan.

"Kalau tidak bisa tertib, saya bubarkan!" tegas Komisaris Polisi Sucipto, Kapolsek Kediri Kota kepada perwakilan massa.

Setelah kericuhan mereda, massa HMI masih terus melakukan aksinya. Mereka berorasi secara bergantian. Massa sesekali terlibat adu dorong dengan polisi meski dalam skala kecil .

Tidak lama kemudian, beberapa perwakilan massa diperkenankan masuk ke gedung dewan untuk bertemu wakil rakyat. Massa kemudian menyampaikan maksud dan tujuan aksi itu.

"Besok kami akan datang lagi untuk audiensi," ujar Dwi Galih Setiawan, koordinator aksi, seusai mediasi.

Galih menambahkan, aksi itu untuk menyuarakan nasib para buruh dan guru honorer yang masih memprihatinkan. Oleh sebab itu, dia mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada buruh dan guru.

"Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa, tapi untuk hidup di zaman now, kesejahteraan juga sangat dibutuhkan," ujar Galih.

Baca juga : Peringati Hardiknas, 1.000 Siswa SD di Semarang Tampilkan Tari Keprajuritan

Setelah pertemuan itu, massa kemudian membubarkan diri. Meski sempat terjadi kericuhan, tidak ada korban luka dalam peristiwa itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Regional
Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Regional
Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Regional
Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Regional
Terima Program Beli Rumah Dapat Rumah dari Ganjar, Masyarakat: Alhamdulilah Punya Rumah

Terima Program Beli Rumah Dapat Rumah dari Ganjar, Masyarakat: Alhamdulilah Punya Rumah

Regional
Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Regional
Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Regional
Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Regional
Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Regional
Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Regional
Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Regional
Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Gelar Gebyar Ekraf Rumaket Greget, Upaya Pemkab Trenggalek Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Regional
Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Berharap Pembangunan Jembatan Selat Malaka Terwujud

Regional
Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.