Kompas.com - 03/05/2018, 09:44 WIB
Pasangan suami istri Azis (34) dan Dini Pertiwi (34) tengah melihat bayinya yang terlahir kembar siam dalam sebuah inkubator di RSHS Bandung. KOMPAS.com/AGIE PERMADIPasangan suami istri Azis (34) dan Dini Pertiwi (34) tengah melihat bayinya yang terlahir kembar siam dalam sebuah inkubator di RSHS Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com — Siang itu di ruang Neonatologi, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, terdengar suara tangis para bayi yang tengah berada dalam perawatan.

Sebagian tertidur dalam tempat tidur kecil di sebuah ruangan khusus. Di ruang lainnya, tampak sepasang suami istri tengah melihat bayinya yang tengah tertidur lelap dalam sebuah inkubator.

Dua bayi kembar itu berkulit putih bersih. Berbeda dengan bayi lainnya, bayi kembar tersebut mengalami conjoined twin omphalogus, yaitu dempet di kedua tubuh bagian bawah.

Bayi kembar siam pasangan Azis (34) dan Dini Pertiwi (34) ini dirawat di RSHS sejak 13 April 2018.

Baca juga: Bila Dipisah, Salah Satu Bayi Kembar Siam Laki-laki Itu Bakal Berkelamin Wanita...

Dari hasil pemeriksaan sementara, bayi kembar siam tersebut memiliki satu alat kelamin laki-laki dan satu anus. 

Kelahiran Bayi

Azis, ayah bayi tersebut, menceritakan proses kelahiran bayi kembar siam itu.

Azis, yang berprofesi sebagai pengirim paket di sebuah perusahaan jasa pengiriman di Kota Bandung, setiap hari bekerja banting tulang. Ia bolak-balik Subang-Bandung setiap hari. 

Namun, pagi itu, Azis mengaku kaget sekaligus senang karena istrinya akan melahirkan anak yang dikandungnya.

"Pas sampai kantor, mertua saya SMS katanya istri saya mau melahirkan," kata Azis. 

Baca juga: Tim Dokter RSHS Siapkan Inkubator Khusus untuk Rawat Jalan Bayi Kembar Siam

Mendengar kabar tersebut, Azis memacu motornya kembali ke Subang. Ia kemudian membawa istrinya ke rumah bidan yang tidak jauh dari rumahnya di Jalan Sukarahayu, Karang Anyar, Subang.

"Pas sampai sana (rumah bidan) saya gak curiga apa-apa. Kami masuk ke ruang bidan pukul 10.00 WIB, lalu menunggu kelahiran sekitar pukul 23.00 WIB," tuturnya.

Waktu terus berputar, Azis masih menunggu istrinya bersalin. Matahari mulai tenggelam, langit pun berubah gelap dan malam semakin larut. 

Kedua anaknya yang ikut ke bidan saat itu mulai menguap. Ia lalu mengantarkan kedua anaknya ke rumah untuk tidur. 

Saat Azis kembali ke rumah bidan tersebut, Azis kaget bukan kepalang. Ia melihat mobil ambulans terparkir di depan rumah bidan.

Ia bergegas masuk dan melihat keluarganya yang tengah bercucuran air mata. 

"Pas balik lagi saya kaget kok ada ambulans di sini. Saya masuk pada nangis, saya kaget bukan liat bayi tapi ke istri saya," katanya.

Baca juga: Dempet di Bagian Bawah, Bayi Kembar Siam Ini Punya Satu Anus dan Satu Kelamin

Saat melahirkan, sambung Azis, istrinya belum mengetahui kondisi bayi yang dilahirkannya karena saat itu kondisinya masih lemah.

Azis pun tidak berani memberitahukan kondisi bayi tersebut kepada istrinya. Ia bingung bagaimana menyampaikannya kepada istrinya. 

"Pas kelahiran, istri saya enggak tahu, pas lahiran itu tekanan darahnya tinggi, takutnya kalau dikasih tahu syok. Kasihan sudah hamil lama, nyeri, mau bohong pasti ketahuan, mau terus terang istri syok. Takut kaget lihat anaknya seperti itu," tuturnya.

Akhirnya dengan bantuan sang mertua, Dini mengetahui kondisi bayinya.

"Saat pertama tahu, istri saya sedih, saya juga lihat dari mukanya stres," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.