Diduga Aniaya Tahanan Anak, Sipir Lapas Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 02/05/2018, 10:50 WIB
Diduga menganiaya seorang tahanan anak, seorang oknum petugas Lapas Polman Sulawesi Barat dilaporkan ke unit PPA Polres Polewali Mandar. KOMPAS.com/JunaediDiduga menganiaya seorang tahanan anak, seorang oknum petugas Lapas Polman Sulawesi Barat dilaporkan ke unit PPA Polres Polewali Mandar.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – ALD (16), seorang tahanan anak melaporkan oknum pegawai lapas berinisial AM ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Polman.

AM diduga melakukan penganiayaan di ruang sidik jari Lapas kelas IIB Polewali Mandar, beberapa saat sebelum korban dijadwalkan menjalani sidang tuntutan di PN Polewali Mandar, Senin (30/4/2018).

“Mulanya saya dipanggil ke dalam ruangan sidik jari lapas. Dia (AM) menanyakan kasus saya, tiba-tiba saja saya dipukul tujuh kali hingga luka memar,” jelas ALD di ruang PPA Polres Polman.

Tahanan anak yang terjerat kasus pelecehan seksual ini menceritakan kronologi penganiayaannya. Saat itu, korban akan melakukan registrasi sidik jari sebelum dikeluarkan dari lapas untuk menjalani sidang di PN Polman.

Baca juga : Lapor Polisi, Warga TTU Mengaku Dianiaya 10 Tentara Selama Dua Jam

 

Ia kemudian dipanggil pelaku hingga akhirnya dianiya hingga luka memar di pipi, dahi, dan bibirnya. Ia kemudian menjalani visum di salah satu rumah sakit di Polman.

Hasilnya, terdapat luka di beberapa bagian wajah korban. Karena tak terima dengan perlakuan kasar tersebut, korban didampingi jaksa dan hakim melaporkan pelaku ke polisi.

Iin Amrina, petugas PN Polewali Mandar yang mendampingi korban selama masa persidangan mengaku kaget mendapati sejumlah luka memar di sekujur tubuh korban.

“Hari ini kan rencananya sidang tuntutan. Saya kaget juga karena mendapat telpon kalau anak ini luka-luka,” jelas Iin saat mendampingi korban melapor ke kantor polisi.

Kepala Lapas Kelas II B Polewali, Haryoto mengaku belum bisa memastikan apakah luka di sekujur wajah dan bibir korban akibat pukulan anak buahnya.

Baca juga : Istri Korban Tewas di Pondok Labu Lihat Suaminya Dianiaya

 

Sebab menurut pengakuan pelaku, pukulannya tidak sampai melukai korban. Haryoto menduga, luka memar di sekujur tubuh korban akibat ia mebenturkan dirinya sendiri saat stres di pengadilan.

Bahkan korban sempat kesurupan setelah keluar lapas. Ia pun memastikan, saat keluar lapas, tidak ada tanda-tanda luka di tubuh korban.

Kemungkinan hal tersebut terjadi di luar lapas saat korban kesurupan. Korban bisa saja  membentur-benturkan tubuh dan wajahnya hingga luka memar saat kesurupan.

"Kami sudah kroscek kepada yang bersangkutan dan ia memang mengakui telah memukul tapi tidak sampai membabi buta dan melukai korban," ucapnya.

Hingga kini, kasus ini ditangani PPA Polres Polman. ALD yang dijadwalkan menjalani sidang tuntutan di PN Polewali mandar pun batal karena kasus ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
Faktor Umur, Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Kebun Binatang Medan Mati

Faktor Umur, Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Kebun Binatang Medan Mati

Regional
18 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia Akibat Kapalnya Tenggelam, 9 Orang Masih Dicari

18 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia Akibat Kapalnya Tenggelam, 9 Orang Masih Dicari

Regional
2 Hari Diguyur Hujan Deras, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang Diterjang Banjir dan Longsor

2 Hari Diguyur Hujan Deras, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang Diterjang Banjir dan Longsor

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 2 Tahun, Ini Alasannya Baru Terungkap

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 2 Tahun, Ini Alasannya Baru Terungkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X