Petugas Lapas Banceuy Gagalkan Penyelundupan Narkoba dalam Gitar

Kompas.com - 30/04/2018, 21:58 WIB
Tampak barang bukti sebuah Gitar listrik dan beberapa obat penenang dan sabu yang berhasil diamankan petugas Lapas Kelas II A Banceuy. Gitar tersebut diduga dikirim seseorang dari luar melalui ojek online kedalam Lapas Banceuy, Senin (30/4/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADITampak barang bukti sebuah Gitar listrik dan beberapa obat penenang dan sabu yang berhasil diamankan petugas Lapas Kelas II A Banceuy. Gitar tersebut diduga dikirim seseorang dari luar melalui ojek online kedalam Lapas Banceuy, Senin (30/4/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Petugas lapas Kelas II A Banceuy menggagalkan penyelundupan narkoba dalam sebuah gitar listrik yang dikirim lewat ojek "online" ke dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas II A Banceuy, Kusnali menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (30/4/2018) sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu, ada seorang ojek "online" membawa gitar listrik ke Lapas Banceuy.

"Dia (ojek daring) ketitipan barang oleh orang luar untuk disampaikan kepada salah satu narapidana di dalam," kata Kusnali di Lapas Banceuy, Jalan Soekarno Hatta, Senin sore.

Petugas yang tengah piket melarang pengemudi ojek daring itu untuk menyerahkan barang tersebut lantaran jam kunjungan sudah usai atau kunjungan sudah tutup.

"Tapi karena ini ada kegiatan kesenian, dan dititipkan atas nama Pak Sandi, akhirnya difasilitasi untuk menerima barang tersebut," katanya.

Meski begitu, barang yang masuk tetap melalui prosedur pemeriksaan. Petugas pun kemudian menggeledah dan memeriksa barang tersebut.

"Ternyata di dalam lubang gitar ada obat dua jenis, salah satunya diduga narkoba. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak yang berwenang, yakni Narkoba Polres Bandung," jelasnya.

Baca juga : Bekuk Pengedar Narkoba, Polisi Sita 2.597 Butir Ekstasi

Adapun barang yang diduga narkoba jenis sabu itu diperkirakan memiliki berat 4,5 gram. Selain itu, ada beberapa tablet obat penenang dalam satu sachet.

"Berdasarkan pengakuan ojek online, barang dititipkan kepada saudara F (warga binaan Lapas Banceuy)," ujarnya.

Dikatakan, sampai saat ini, petugas kepolisian masih mendalami apakah barang tersebut benar milik F yang merupakan warga binaan Lapas Banceuy yang divonis 12 tahun penjara karena kasus narkoba.

"Pemesanan kita tidak tahu, yang jelas barang ini dititipkan oleh orang dari luar melalui ojek online untuk disampaikan ke dalam (Lapas Banceuy). Alasannya untuk kegiatan kesenian, apakah itu pemesanan atau tidak, yang jelas itu sedang diperdalam oleh penyidik," jelasnya.

Pihak kepolisian pun, lanjutnya, tengah mendalami siapa pemesan ojek daring tersebut, berikut siapa yang menitipkan barang tersebut.

"Yang di luar yang nitip itu sedang diperdalam oleh petugas kepolisian, apakah saudaranya atau siapa, yang jelas barang ini disampaikan ke F," katanya.

Meski begitu, menurut Kusnali, F sendiri menampik bahwa dirinya memesan barang tersebut.

"Dia (F) enggak pesan, ojek online pun tidak tahu, makanya tadi diperdalam oleh petugas, ciri-cirinya seperti apa, siapa yang nitip dan barang itu punya siapa. Karena ceritanya, (narkoba) untuk F, makanya kita konfrontir dia," tuturnya.

Terkait adanya kegiatan kesenian di dalam Lapas, Kusnali mengakuinya. Kegiatan itu merupakan salah bentuk pembinaan Kemengterian Hukum dan HAM.

Ia pun mengakui bahwa F ini terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Bahkan tanggal 8 Mei 2018 mendatang kebetulan ada kegiatan lomba kadarkum (kesadaran hukum) yang dilaksanaka di LPKA, salah satunya dia (F)," jelasnya.

Baca juga : Beroperasi di Beberapa Lapas, Dua Pemasok Narkoba Ditangkap Polisi

Namun, katanya, apabila barang tersebut terbukti milik F, maka pihak Lapas Banceuy akan memberi sanksi.

"Apabila itu punya yang bersangkutan maka akan ada sanksi secara internal, itu namanya register app, kalau sudah tercatat di situ, secara otomotis pemberian haknya di-pending, remisi enggak dapat, apalagi usulan PB dan sebagainya. Ada sel pengasingan beberapa waktu," tegasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X