Penyebab Lion Air Tergelincir Belum Diketahui, KNKT Periksa Barang Bukti dan "Black Box"

Kompas.com - 30/04/2018, 21:11 WIB
Kondisi pesawat Lion Air yang tergelincir di landasan pacu Bandara Djalaludin, di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Minggu (29/4/2018) malam. Pesawat dengan nomor penerbangan JT 892 tergelincir dan keluar landas pacu sesaat setelah mendarat ketika hujan deras, dan 174 penumpang dan tujuh kru selamat pada kejadian tersebut. ANTARA FOTO/ADIWINATA SOLIHINKondisi pesawat Lion Air yang tergelincir di landasan pacu Bandara Djalaludin, di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Minggu (29/4/2018) malam. Pesawat dengan nomor penerbangan JT 892 tergelincir dan keluar landas pacu sesaat setelah mendarat ketika hujan deras, dan 174 penumpang dan tujuh kru selamat pada kejadian tersebut.

GORONTALO, KOMPAS.com – Tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah melakukan penelitian awal kecelakaan pesawat Lion Air di Bandar Udara Jalaluddin Tantu Gorontalo.

Mereka melakukan penelitian lapangan dan mengumpulkan barang bukti, termasuk dari kotak hitam (black box) serta dokumen penerbangan.

“Masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan, kami baru tiba,” kata Nur Cahyo Utomo, Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, Senin (30/4/2018).

Tim KNKT ini terdiri dari dua orang yang turun melakukan penyelidikan tergelincirnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT892 yang membawa 174 penumpang dan 7 awak.

Nur Cahyo Utomo mengatakan, pihaknya masih harus melakukan banyak kegiatan dan memerlukan waktu yang panjang.

“Besok kami rencana melakukan wawancara saksi mata dan yang bertugas saat itu, bagaimana prosesnya,” jelas Nur Cahyo Utomo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Lion Air Tergelincir, 22 Penerbangan ke Gorontalo Dibatalkan

Setelah itu, KNKT akan melakukan wawancara kepada awak pesawat sambil mengunduh data dari kotak hitam yang diperkirakan memerlukan waktu 2-3 hari.

Proses investigasi KNKT ini masih memerlukan proses yang panjang untuk mengumpulkan data yang diharapkan dapat menguak penyebab kecelakaan ini.

Nur Cahyo Utomo menambahkan, pihaknya melakukan investgasi ini bertujuan mencari penyebab kecelakaan dan memberikan rekomendasi pencegahan agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

Selain di Gorontalo, tim KNKT juga akan melakukan investigasi di Jakarta. Mereka memperkirakan dalam waktu 2-3 minggu semua data yang diperlukan sudah bisa dikumpulkan.

Sesuai undang-undang, kerja KNKT dibatasi waktu hingga 12 bulan. Namun, Nur Cahyo Utomo menjanjikan sesegera mungkin bisa menyelesaikan tugas ini.

Baca juga: Dua Skenario Evakuasi Lion Air yang Tergelincir di Bandara Gorontalo

Kompas TV Pesawat Lion Air yang tergelincir di Gorontalo sedang membawa 174 penumpang dari Makassar, Sulawesi Selatan.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X