Tingkat Keterpilihan Sudirman-Ida 10 Persen, Ini Saran Lembaga Survei

Kompas.com - 24/04/2018, 22:25 WIB
Dua pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah, dalam debat perdana Pilkada Jateng di Hotel Patra, Semarang, Jumat (20/4/2018). Kompas.com/Erwin HutapeaDua pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah, dalam debat perdana Pilkada Jateng di Hotel Patra, Semarang, Jumat (20/4/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Hasil survei Lembaga Survei Kebijakan Publik (LSKP) Research dan Consulting tingkat keterpilihan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah masih di kisaran angka 10 persen.

Di sisa waktu pencoblosan pada 27 Juni 2018, tim pemenangan harus bekerja ekstra untuk mengejar petahana.

"Sudirman masih belum dikenal, karena dia posisinya sebagai pendatang baru, meski dia lahir di Jawa Tengah," ujar Direktur LSKP Research dan Consulting, Sunarto Ciptoharjono, seusai konferensi pers hasil survei Pilkada Jateng di Semarang, Selasa (24/4/2018).

Namun, bukan berarti peluang mengejar ketertinggalan dari sang rival tertutup.

(Baca juga : Survei LSKP: Ganjar-Yasin 50,3 Persen, Sudirman-Ida 10,5 Persen )

Tim pemenangan Sudirman-Ida masih bisa mengambil dukungan suara dari pemilih yang masih ragu-ragu apakah memilih Ganjar-Yasin atau Sudirman-Ida dan mencuri suara dari pasangan petahana.

Berdasarkan hasil survei, tingkat keterpilihan Ganjar-Yasin mencapai 50,3 persen, Sudirman-Ida sebanyak 10,5 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan sebanyak 39,2 persen.

Sunarto menuturkan, tim pemenangan Ida harus lebih mengkonsolidasikan kekuatan di lingkup partai koalisi.

Hal itu karena hasil survei menunjukkan mayoritas kader partai masih memilih pasangan Ganjar-Yasin.

Ia mencontohkan, Gerindra dan PKS yang resmi mengusung pasangan nomor dua, suara di tingkat kader masih terbelah. Hanya PKB dan PAN yang pemilihnya solid mendukung Sudirman-Ida, meski sebagiannya memilih Ganjar-Yasin.

(Baca juga : Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim )

Suharto juga menyebut kemungkinan efek dari adanya Debat Kandidat Pilgub Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Menurut dia, elektabilitas Sudirman tidak akan mudah terkerek dari hasil debat.

Namun melalui debat publik tingkat keterkenalan Sudirman-Ida akan meningkat.

"Kalau debat kandidat itu tidak menentukan naik turunnya elektabilitas. Kasus di Indonesia tidak bisa, di debat kandidat hanya menyumbang dari segi kognitif, atau baru diprogram, tidak langsung berpengaruh pada elektabilitas," ujarnya.

Terlepas dari itu, Sudirman-Ida, sambung dia, bisa menyalip jika pasangan petahana mengalami tsunami politik di kemudian hari.

Tsunami itu misalnya melakukan blunder politik, atau kejadian luar biasa yang berefek langsung di tingkat elektoral. Kejadian luar biasa bisa berupa kasus moralitas, narkotika atau bahkan kasus korupsi.

"Kalau tidak ada tsunami politik akan sangat susah," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Ambon, Rumah Anggota Polisi Roboh

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Ambon, Rumah Anggota Polisi Roboh

Regional
Pemadaman Bergilir Selama Sepekan Resahkan Warga NTB, Ini Alasan PLN

Pemadaman Bergilir Selama Sepekan Resahkan Warga NTB, Ini Alasan PLN

Regional
Empat Gempa Beruntun Guncang Ambon Sabtu Pagi, Warga Panik Berhamburan

Empat Gempa Beruntun Guncang Ambon Sabtu Pagi, Warga Panik Berhamburan

Regional
Cerita Ketua RW di Kembangan Lari Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke 6 Siswi SMP

Cerita Ketua RW di Kembangan Lari Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke 6 Siswi SMP

Regional
Fakta 3 Saudara Sekandung di Belawan Terduga Teroris Bom Medan: Nyuruh Ngaji Bagus-bagus, Kok Kayak Gini...

Fakta 3 Saudara Sekandung di Belawan Terduga Teroris Bom Medan: Nyuruh Ngaji Bagus-bagus, Kok Kayak Gini...

Regional
Duduk Perkara Keraton Pecat Abdi Dalem Berusia 68 Tahun karena Diduga Lecehkan Mahasiswi

Duduk Perkara Keraton Pecat Abdi Dalem Berusia 68 Tahun karena Diduga Lecehkan Mahasiswi

Regional
Aksi Pencurian Motor NMax di Jalan Rajawali Pondok Aren Terekam CCTV

Aksi Pencurian Motor NMax di Jalan Rajawali Pondok Aren Terekam CCTV

Regional
Kontroversi Kolam Renang Rp 1,5 M di Rumah Dinas,  Terapi Renang Kaki Ridwan Kamil yang Cidera dan Ruang Publik

Kontroversi Kolam Renang Rp 1,5 M di Rumah Dinas, Terapi Renang Kaki Ridwan Kamil yang Cidera dan Ruang Publik

Regional
Sengatan Tawon Vespa Affinis Kembali Renggut Korban Jiwa di Klaten

Sengatan Tawon Vespa Affinis Kembali Renggut Korban Jiwa di Klaten

Regional
Hormati Djaduk Ferianto, Mahfud MD Akan Hadiri Ngayogjazz 2019

Hormati Djaduk Ferianto, Mahfud MD Akan Hadiri Ngayogjazz 2019

Regional
[POPULAR NUSANTARA] Umat Hindu di Bantul Butuh Rumah Ibadah | Ridwal Kamil Bicara soal Kolam Renang Rp 1,5 M

[POPULAR NUSANTARA] Umat Hindu di Bantul Butuh Rumah Ibadah | Ridwal Kamil Bicara soal Kolam Renang Rp 1,5 M

Regional
Jusuf Kalla Ucapkan Selamat atas Lahirnya Cucu Ketiga Jokowi, La Lembah Manah

Jusuf Kalla Ucapkan Selamat atas Lahirnya Cucu Ketiga Jokowi, La Lembah Manah

Regional
Bagaimana Penenggelaman Kapal 5 Tahun ke Depan?

Bagaimana Penenggelaman Kapal 5 Tahun ke Depan?

Regional
Selvi Lahirkan Bayi Perempuan, Gibran Beri Nama La Lembah Manah

Selvi Lahirkan Bayi Perempuan, Gibran Beri Nama La Lembah Manah

Regional
Selidiki Kasus Bom Medan, Polisi 5 Jam Geledah 3 Rumah di Belawan, Ini Hasilnya

Selidiki Kasus Bom Medan, Polisi 5 Jam Geledah 3 Rumah di Belawan, Ini Hasilnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X