Kompas.com - 21/04/2018, 15:00 WIB
Imah Suswanti bersiap untuk melanjutkan pekerjaanya menjadi sopir truk trailer di Jalan Raya Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (20/4/2018). KOMPAS.com/Andi HartikImah Suswanti bersiap untuk melanjutkan pekerjaanya menjadi sopir truk trailer di Jalan Raya Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (20/4/2018).

MALANG, KOMPAS.com - Imah Suswanti baru saja tiba di rumahnya usai berbelanja di pasar, Jumat (20/4/2018) sekitar pukul 5.30 WIB. Di usianya yang sudah 44 tahun, semangatnya sebagai seorang wanita masih menyala.

Layaknya seorang wanita, Imah lantas membersihkan rumahnya yang ada di Desa Watugede nomor 85 RT 2 RW 2 Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Kemudian, Imah memasak untuk sarapan keluarganya. Setelah semuanya selesai, Imah lantas memandikan cucu pertamanya, Gavin Raffasya Saputra yang masih berusia 4 bulan.

Senyumnya mengembang tatkala sang cucu mengepak-ngepakkan kedua tangannya di bak air. Imah semakin bersemangat, seakan tidak ingin melewatkan moment bahagia itu.

(Baca juga : Untuk Kita, Perempuan Milenial yang Masih Bingung Mau Belajar Apa dari Kartini )

Imah merupakan sopir truk trailer. Kesehariannya banyak dihabiskan di jalan. Tak heran jika wanita kelahiran 17 April 1974 itu begitu menikmati saat-saat bersama keluarga.

Pekerjaan yang tidak biasa bagi seorang wanita itu berawal dari kesukaan Imah berkendara. Di usianya yang masih belia, Imah sudah terbiasa mengendarai mobil bak terbuka atau pikap tatkala mengantar keluarga ke pasar.

"Awalnya disuruh bapak. Lama-lama kok tertarik. Dulu masih sopir kendaraan kecil milik pribadi, milik ayah. Memuat sayur ke pasar," tuturnya.

Imah Suswanti mengecek kondisi truk trailer sebelum dikendarainya di Jalan Raya Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (20/4/2018).KOMPAS.com/Andi Hartik Imah Suswanti mengecek kondisi truk trailer sebelum dikendarainya di Jalan Raya Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (20/4/2018).

Berkenalan dengan Truk

Lalu menginjak usia 20 tahun, Imah mulai berkenalan dengan truk trailer melalui pamannya. Imah pun belajar mengemudikannya dan merasa nyaman dengan kendaraan besar angkutan barang itu.

Imah lalu mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) supaya bisa mengendarai kendaraan besar tersebut. Setelah fasih, pada 1995, Imah melamar ke sebuah perusahaan yang ada di Kabupaten Pasuruan untuk menjadi sopir truk trailer.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X