Ganjar: Dari Awal Saya Diprovokasi, Dibilang Kartu Tani Gagal...

Kompas.com - 21/04/2018, 11:22 WIB
Para calon gubernur Jateng menikmati hidangan malam di sebuah Angkringan di Jalan Pamularsih Semarang, Kamis (19/4/2018) malam. IstimewaPara calon gubernur Jateng menikmati hidangan malam di sebuah Angkringan di Jalan Pamularsih Semarang, Kamis (19/4/2018) malam.

SEMARANG, KOMPAS.com – Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku terpancing emosinya ketika debat perdana Pilkada Jawa Tengah di Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah,  Jumat (20/4/2018) malam.

Dia menyebut, saat awal penyampaian visi misi, pasangan nomor urut 2 Sudirman Said-Ida Fauziyah langsung mengkritik keras progam-program kerjanya.

"Dari awal saya (sudah) diprovokasi, (dibilang) kartu tani gagal," kata Ganjar seusai debat di Jawa Tengah, Jumat malam.

Baca juga: Sudirman Said Kritik Ganjar soal Penurunan Angka Kemiskinan di Jateng

Menurut Ganjar, kartu tani bukanlah produk gagal.

Kartu tersebut adalah cara pemerintah mengatur subsidi. Dengan kartu tani, penyelewengan pupuk dapat ditekan.

"Itu politik subsidi dan itu sudah menjawab," ucapnya.

Baca juga: Debat Ganjar dan Sudirman Said tentang Kartu Tani

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu Ganjar Pranowo (kiri)-Taj Yasin (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Sudirman Said (kedua kanan)-Ida Fauzia (kanan) mengikuti Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4). Debat tersebut mengangkat tema peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu Ganjar Pranowo (kiri)-Taj Yasin (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Sudirman Said (kedua kanan)-Ida Fauzia (kanan) mengikuti Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4). Debat tersebut mengangkat tema peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan.
Selain itu, program penurunan angka kemiskinan juga dikritik keras hingga terjadi saling sindir antar pasangan calon.

Menurut Ganjar, upayanya menurunkan kemiskinan belakangan ini berhasil dan menjadi tertinggi kedua di Pulau Jawa.

"Terakhir itu angka pengurangan kemiskinan itu paling tinggi se-Jawa," ujarnya.

Baca juga: Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Sebelumnya, dalam penyampaian visi misi, Sudirman memilih langsung mengkritik kebijakan pasangan nomor urut 1, Ganjar-Taj Yasin.

Sebelum mengkritik, ia memberi pengantar bahwa tujuan bernegara adalah membangun kesejahteraan sosial.

"Masyarakat Jawa Tengah berkata, lima tahun terakhir kemiskinan masih tinggi, pengangguran banyak," kata Sudirman. 

Baca juga: Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Di dalam pemaparan visi misinya, Sudirman mengatakan, kepemimpinan Ganjar selama 5 tahun terakhir dinilai gagal. Salah satunya soal kartu tani yang dinilai gagal menyejahterakan petani itu sendiri. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X