Ada 1.110 Titik Nonton Bareng Debat Perdana Pilkada Jateng

Kompas.com - 20/04/2018, 20:01 WIB
Ganjar Pranowo (kiri) dan Sudirman Said ANTARA FOTO/R REKOTOMO, ANGGA TRISATYAGanjar Pranowo (kiri) dan Sudirman Said

SEMARANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah tidak saja mengggelar debat publik perdana untuk Pilkada Jateng.

KPU juga menggelar nonton bareng (nobar) debat perdana itu di sejumlah daerah.

"Nobarnya di 1.110 titik di Jawa Tengah," ujar Ketua KPU Jawa Tengah Joko Purnomo, Jumat (20/4/2018).


Debat untuk Pilkada Jateng digelar tiga sesi. Sesi pertama digelar malam ini dengan tema kesejahteraan sosial.

Baca juga: Hadiri Debat Pilkada Jateng, Taj Yasin Pakai Sarung, Dirman-Ida Kenakan Batik

Debat kedua pada Kamis (3/5/2018) dan debat ketiga atau pamungkas pada Kamis (21/6/2018) atau sepekan sebelum pemilihan.

Acara nobar, sambung Joko, diperlukan agar masyarakat bisa melihat langsung calon pemimpinnya.

"Kami harap masyarakat bisa melihat langsung dua calon terbaik di Jateng," pungkasnya.

Debat Pilkada Jateng dihadiri oleh majelis panel empat orang. Mereka yaitu aktivis perempuan Soka Handinah, mantan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu yang juga dosen FISIP Undip Nur Hidayat Sardini, guru besar hukum Islam UIN Semarang Ahmad Rofiq, serta guru besar UKSW Salatiga Sony Heru Priyanto. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Regional
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Regional
Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Regional
Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Regional
4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

Regional
Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Regional
Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Regional
Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Regional
Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Regional
Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Regional
Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X