Dua Pabrik Pembuat Tahu Berformalin di Sumsel Dibongkar Polisi dalam Sehari

Kompas.com - 19/04/2018, 21:55 WIB
Ratusan tahu yang mengandung formalin bersama dua tersangka saat diamankan di Mapolresta Palembang. Kompas.com / Aji YK PutraRatusan tahu yang mengandung formalin bersama dua tersangka saat diamankan di Mapolresta Palembang.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pabrik produksi pembuat tahu dengan menggunakan formalin di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dibongkar oleh jajaran Satreskrim Polres Banyuasin.

Infomasi yang dihimpun, pabrik tahu tersebut diketahui telah beroperasi sejak 2011. Bahkan ribuan tahu yang dibuat kemudian diedarkan di semua pasar di Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM Pinem mengatakan, selain mengamankan ribuan tahu berformalin, mereka juga telah mengamankan pemilik pabrik tahu berinisial MA (64) yang tercatat sebagai warga Kelurahan Seterio, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Modus yang mereka gunakan yakni merendam seluruh tahu yang sudah jadi dengan menggunakan air bercampur formalin.

Tahu ini dijual ke pasaran seharga Rp 300 per biji dan dijual kembali oleh pedagang di pasar dengan harga Rp 800-Rp 1.000 per biji. Para pedagang tidak ada yang mengetahui jika tahu itu mengandung formalin,” kata Yudhi saat gelar perkara, Kamis (19/4/2018).

Para pengonsumsi tahu berformalin, menurut Yudhi, akan merasakan dampak pada kesehatan dalam kurun waktu lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mereka menggunakan pengawet mayat dan jelas sangat tidak baik untuk kesehatan," jelas Kapolres Banyuasin.

Baca juga: 52 Jenis Jajanan Anak di Magelang Mengandung Formalin dan Rhodamin B

Sedangkan pelaku MA mengaku, penggunaan formalin itu dia lakukan untuk menjaga tahu agar tetap awet dan tidak mudah basi.

Jika tanpa menggunakan formalin, ribuan tahu itu akan basi hingga menimbulkan kerugian.

“Kalau pakai formalin awetnya lama, bisa satu minggu lebih. Formalin ini saya beli dari teman,” ujar MA.

Di tempat terpisah, petugas Satreskrim Polresta Palembang juga mengamankan Hasan alias Ko Chang (32) serta Beno saat hendak mengedarkan tahu ke Pasar Induk Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Kedua tersangka ini membawa ratusan tahu dengan menggunakan mobil Daihatsu Grandmax BG 9077 NS.

Semua tersangka sendiri terancam dikenakan Pasal 75 ayat 1 jo Pasal 13 huruf 6 B Undang-Undang 2012 tentang Pangan, dengan ancaman 5 tahun penjara.

Baca juga: Pakai Formalin untuk Bikin Mi Aceh, Dua Pengusaha Ditangkap

Kompas TV Sementara, pemilik pabrik tahu telah dimintai keterangannya oleh polisi.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X