Belasan Paslon Kada Sultra Tak Hadiri Pembekalan Antikorupsi, Wakil Ketua KPK Kecewa

Kompas.com - 19/04/2018, 21:13 WIB
Belasan paslon kepala daerah di Sultra absen dalam kegiatan pembekalan antikorupsi dan deklarasi LHKPN oleh KPK dan KPU di kantor Gubernur Sultra. KOMPAS.com/KIKI ANDI PATIBelasan paslon kepala daerah di Sultra absen dalam kegiatan pembekalan antikorupsi dan deklarasi LHKPN oleh KPK dan KPU di kantor Gubernur Sultra.

KENDARI, KOMPAS.com - Wakil Ketua KPK Laode Syarif mengaku kecewa karena sejumlah pasangan calon kepala daerah di Sulawesi Tenggara tidak menghadiri deklarasi pembekalan antikorupsi dan deklarasi LHKPN.

Acara itu digelar oleh KPU bekerja sama dengan KPK di kantor gubernur setempat, Kamis (19/4/2018).

Deretan kursi yang telah disiapkan panitia terlihat kosong. Padahal, acara penting itu dihadiri langsung oleh Laode Syarif.

Dari 14 pasangan calon (paslon) kepala daerah yang akan bertarung pada pilkada serentak di Sultra tahun 2018, terlihat hanya 12 kandidat yang hadir dan mendeklarasikan diri untuk mewujudkan pilkada damai dan berintegritas.

Untuk paslon gubernur/wakil gubernur Sultra, hanya duet Ali Mazi-Lukman Abunawas yang tampil lengkap.

Sementara paslon nomor urut 3 hanya diwakili calon wakil gubernurnya, Rusda Mahmud. Paslon nomor urut 2 Asrun-Hugua memilih absen.

 

 

Sebagaimana diketahui, Asrun telah ditahan KPK karena terlibat kasus suap Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra yang tak lain anaknya sendiri.

Sementara untuk Kabupaten Konawe, dua peserta terlihat tak hadir, yaitu paslon bupati nomor urut 4, Kery S Konggoasa, dan paslon bupati dari PDI-P, Litanto.

Untuk Kabupaten Kolaka, dari dua kontestan pilkada, hanya duet Ahmad Sjafei-Jayadin yang mengikuti kegiatan KPK.

Yang paling parah peserta pilkada asal Kota Baubau. Dari 10 kursi kandidat kepala daerah yang disiapkan, hanya paslon nomor urut 3, Masra Manarfa, satu-satunya kandidat yang mengikuti pembekalan antikorupsi KPK itu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X