Satu Suporter Aremania Korban Kericuhan Meninggal

Kompas.com - 18/04/2018, 20:31 WIB
Suporter Aremania, Dimas Duha Romli (17), korban kericuhan suporter Aremania yang meninggal saat dibawa pulang dari Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang, Rabu (18/4/2018).KOMPAS.com/Andi Hartik Suporter Aremania, Dimas Duha Romli (17), korban kericuhan suporter Aremania yang meninggal saat dibawa pulang dari Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang, Rabu (18/4/2018).

MALANG, KOMPAS.com - Satu korban kericuhan suporter Aremania saat Arema FC menjamu Persib Bandung dalam laga pekan keempat Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Minggu (15/4/2018) malam, meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Rabu (18/4/2018) sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban meninggal diketahui bernama Dimas Duha Romli (17), warga Jalan Kepuh 1 Nomor 34, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Korban dikenal sebagai suporter yang fanatik terhadap skuad Singo Edan.

Nur Rosidiq (40), teman korban yang juga Aremania, mengatakan, saat kericuhan berlangsung, korban sedang berada di pagar pembatas antara lapangan dan tribune ekonomi bagian timur.

Tiba-tiba, suporter yang ada di tengah lapangan berhamburan karena disembur gas air mata oleh pihak keamanan.


Saat itu, korban terdesak oleh suporter yang berhamburan dan terjatuh.

"Dia (korban) ada di pagar. Kemudian suporter yang ada di tengah lapangan berbalik kembali naik ke pagar terus jatuh," kata Rosidiq di Kamar Mayat RSSA Kota Malang.

Baca juga: Kericuhan Suporter Laga Arema FC Vs Persib Bandung, Jumlah Sementara Korban 212 Orang

Kemudian korban pulang bersama temannya. Keesokan harinya, pada Senin (16/4/2018), korban merasakan lemas dan sesak napas serta sakit di tangannya. Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Kota Malang.

"Kondisi lemas, sesak napas," ucap Rosidiq.

Lalu pada Selasa (17/4/2018) malam, korban dirujuk ke IGD Rumah Sakit Saiful Anwar dan akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit tersebut.

Rosidiq menambahkan, korban merupakan pendukung setia Arema FC. Setiap kali skuad Singo Edan main, ia selalu hadir menyaksikan tim kesayangannya.

"Memang anaknya setiap Arema main pasti lihat. Memang fanatik sama Arema," tuturnya.

Saat ini, korban sudah dibawa ke rumah duka di Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Arema FC terkait kematian satu suporternya.

Baca juga: Arema FC Buka Posko untuk Korban Kericuhan Suporter

Kompas TV Insiden kerusuhan suporter pada laga Arema kontra Persib Bandung membuat beberapa fasilitas stadiun rusak.




Close Ads X