TNI AL Gagalkan Penyelundupan 40 TKI Ilegal ke Malaysia

Kompas.com - 18/04/2018, 13:35 WIB
Puluhan TKI Ilegal yang berhasil diselamatkan Koarmabar di perairan Teluk Mata Ikan Nongsa, Batam, Kepri. Para TKI Ilegal ini akan dikirmkan ke Malaysia untuk bekerja secara ilegal KOMPAS.COM/ DOK TNI ALPuluhan TKI Ilegal yang berhasil diselamatkan Koarmabar di perairan Teluk Mata Ikan Nongsa, Batam, Kepri. Para TKI Ilegal ini akan dikirmkan ke Malaysia untuk bekerja secara ilegal

BATAM, KOMPAS.com - Tim Gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam menggagalkan penyelundupan 40 TKI ilegal dari Batam tujuan Malaysia.

Para TKI ilegal itu diamankan saat menumpangi tiga speedboat tanpa nama bermesin Yamaha 250 PK di perairan Teluk Mata Ikan Nongsa Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (17/4/2018).

Ketiga kapal kecil itu diamankan pada koordinat 1° 11' 20.2956" N - 104° 6' 39.1428" E.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Letkol Laut Agung Nugroho mengatakan, penangkapan berawal dari adanya informasi intelijen terkait adanya aktivitas pengiriman TKI ilegal dari Batam tujuan menuju Malaysia.


Selanjutnya, Tim WFQR IV dengan menggunakan Patkamla Sea Rider 1 Lanal Batam melaksanakan patroli penyekatan di beberapa titik yang kemungkinan akan dilalui oleh kapal pengangkut TKI ilegal tersebut.

"Pada saat Tim WFQR Lanal Batam Patkamla Sea Rider 1 melaksanakan penyekatan, terdeteksi secara visual terlihat adanya speedboat yang mencurigakan dari arah Teluk Mata Ikan Nongsa Batam menuju ke arah Malaysia," kata Agung Nugroho, Selasa (17/4/2018).

Baca juga : Dianggap Ingin Jadi TKI Ilegal, 81 Pemohon Paspor Ditolak Kantor Imigrasi

Selanjutnya, tim gabungan melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil menyelamatkan 40 TKI ilegal.

Agung menjelaskan, kapal itu sebenarnya berpenunpang 49 orang. Mereka terdiri dari 40 orang TKI ilegal, 9 orang warga asal Bangladesh dan 4 orang anak buah kapal (ABK 4 orang.

"40 orang WNI terdiri dari 36 laki-laki dan 4 orang perempuan," jelasnya.

Selanjutnya speedboat tanpa nama beserta muatan TKI ilegal dibawa menuju dermaga Lanal Batam untuk proses lebih lanjut.

"Hasil tes urine, 2 ABK dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis ekstasi," ujarnya.

Baca juga : Diduga Angkut TKI Ilegal, Perahu Pancung Tak Bertuan Diamankan di Nongsa Batam

Lebih jauh Agung mengatakan, nakhoda dan ABK kapal akan dikenakan undang-undang pelayaran. Sedangkan para TKI Ilegal akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Kantor Imigrasi dan BNN kota Batam sebagai instansi yang berwenang.

"Dugaan pelanggaran yang dilakukan adalah tindak pidana pelayaran, keimigrasian, penyalahgunaan narkotika dan perlindungan pekerja imigran Indonesia," ujar Agung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

Regional
Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Regional
Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Regional
Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Regional
Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Regional
Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Regional
Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X