Produksi Miras Oplosan Berkedok Rumah Makan Dibongkar Polisi - Kompas.com

Produksi Miras Oplosan Berkedok Rumah Makan Dibongkar Polisi

Kompas.com - 17/04/2018, 23:36 WIB
Ilustrasi miras oplosan.KOMPAS.COM/ M Wismabrata Ilustrasi miras oplosan.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Satu unit rumah yang dijadikan tempat pembuatan produksi minuman keras ( miras) oplosan di Desa Terusan, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, digerebek jajaran Satreskrim Polres Muba.

Informasi yang dihimpun, penggerebekan itu bermula saat warga di sekitar lokasi mencurigai aktivitas di dalam rumah itu sejak satu bulan terakhir.

Pihak Polres Muba yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan hingga menggerebek rumah tersebut.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati sejumlah pegawai yang sedang meracik miras oplosan jenis Vodka dan Mansion. Dari hasil pemeriksaan, seluruh miras itu dibuat dengan cara sederhana.

Miras tersebut dibuat dengan mencampurkan air dan alkohol dengan kandungan tinggi dan selanjutnya dikemas ke dalam botol-botol bekas minuman keras yang sebelumnya telah dikumpulkan dan selanjutnya dibersihkan.

Para pekerja pun membuat segel palsu dan siap edar.

Baca juga: Gerebek Rumah di Palangkaraya, Polisi Disiram Miras Oplosan

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti mengatakan, para pelaku menutupi usaha industri miras tersebut dengan modus membuat rumah makan.

“Mereka menutupi industri ini dengan kedok rumah makan. Ternyata ini industri miras oplosan. Miras ini dikirim ke beberapa daerah dengan menggunakan surat palsu. Untuk pemilik modal, saat ini sedang dalam pengejaran dan identitasnya telah diketahui," ujar Andes, Selasa (17/4/2018).

Barang bukti berupa 20.328 botol serta 11 drum berisikan alkohol dan satu tedmon ukuran 500 liter miras oplosan di sita polisi.

Selain itu, 28 kardus, tutup botol merek Mansion, mesin press, label Mansion dan Vodka 5 kardus, 1 unit mobil yang berisi kardus kemasan, 9 botol alkohol ukuran 1 liter, 1 jeriken berisikan 5 liter alkohol, dan pewarna makanan 4 kaleng juga turut disita.

Selain barang bukti, delapan orang yang berada di lokasi, yakni Abu Naim (64), Bayu Samboaga (20), Putra Muslim (22), Tommy (23), Rezalian (24), Riki Apriansyah (20), Dian Saputra (23), dan Andi (20).

“Para pelaku dikenakan UU Kesehatan dan Perlindungan Konsumen. Di saat yang hampir bersamaan, kita juga berhasil menggagalkan pengiriman 4.320 miras oplosan yang berasal dari pabrik miras oplosan tersebut di Jalinteng, tepatnya di Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu. Ribuan botol miras tersebut hendak dikirim ke Kabupaten Lahat dengan menggunakan Delivery Order (DO) air mineral,” jelas Andes.

Sementara itu, pengakuan Abu Naim, salah satu pekerja, mengatakan, pabrik tersebut mulai beroperasi sejak satu bulan terakhir. Dalam satu hari, mereka dapat memproduksi 15 dus miras oplosan yang berisi 48 botol.

“Dijual Rp 15.000 per botol. Pengiriman baru dilakukan tiga kali, yakni ke Muara Enim, Lahat, dan Palembang. Untuk alkohol kita pesan dari Palembang dan Jakarta. Sekarang omzetnya ratusan juta setiap bulan," jelas Abu.

Baca juga: Razia Digalakkan, Petugas Amankan Miras dan Pemiliknya

Kepala Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa, Asmana, menambahkan, keberadaan pekerja di desa itu tercatat sejak 1 April 2018. Saat tiba, para pekerja mengatakan akan membuka rumah makan sehingga tidak timbul kecurigaan.

"Sekitar satu minggu lalu mengantarkan surat permohonan izin, tetapi tidak saya tanda tangani," kata Asmana.

Menurut Asmana, sebelumnya di lokasi penggerebekan pernah berdiri rumah makan, tetapi ditutup karena sang pemiliknya meninggal dunia.

Tidak lama kemudian, pekerja datang dan menyatakan hendak membuka kembali rumah makan di lokasi tersebut.

"Kita tidak tahu, akhirnya terungkaplah kasus ini,” ucap Asmana.


Terkini Lainnya

Diteriaki Korban, Penjambret di Tanjung Priok Dihakimi Warga

Diteriaki Korban, Penjambret di Tanjung Priok Dihakimi Warga

Megapolitan
Cuaca Panas Ekstrem di Seluruh Australia Capai 45 Derajat Celsius

Cuaca Panas Ekstrem di Seluruh Australia Capai 45 Derajat Celsius

Internasional
14 Jenazah Korban Longsor Gowa Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Jadi 25

14 Jenazah Korban Longsor Gowa Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Jadi 25

Regional
Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Internasional
Pakar Hukum: Syarat Ikrar Setia NKRI Berlaku untuk Bebas Bersyarat Ba'asyir

Pakar Hukum: Syarat Ikrar Setia NKRI Berlaku untuk Bebas Bersyarat Ba'asyir

Nasional
Pelatihan Etiket di Turki Anjurkan Perempuan Tidak Menjilat Es Krim

Pelatihan Etiket di Turki Anjurkan Perempuan Tidak Menjilat Es Krim

Internasional
Hasil Otopsi Dinyatakan Selesai, Jenazah IA Diserahkan ke Keluarga

Hasil Otopsi Dinyatakan Selesai, Jenazah IA Diserahkan ke Keluarga

Regional
Isu Penculikan Anak SD Hebohkan Warga Ruteng Flores

Isu Penculikan Anak SD Hebohkan Warga Ruteng Flores

Regional
Di Jakarta, Nyamuk Aedes Aegypti Kerap Gigit Anak-anak Saat Sekolah

Di Jakarta, Nyamuk Aedes Aegypti Kerap Gigit Anak-anak Saat Sekolah

Megapolitan
Soal Perubahan Status Kawasan Cagar Alam, Bupati Garut Minta KLHK Tegas dalam Penegakan Hukum

Soal Perubahan Status Kawasan Cagar Alam, Bupati Garut Minta KLHK Tegas dalam Penegakan Hukum

Regional
Hari Ini, Malaysia Memilih Sultan Baru

Hari Ini, Malaysia Memilih Sultan Baru

Internasional
AS: Kami Tak Mengakui Rezim Maduro sebagai Pemerintah Sah Venezuela

AS: Kami Tak Mengakui Rezim Maduro sebagai Pemerintah Sah Venezuela

Internasional
Kapolda Sumsel: Otak Pembunuhan IA Mudah-mudahan Tertangkap Hidup

Kapolda Sumsel: Otak Pembunuhan IA Mudah-mudahan Tertangkap Hidup

Regional
Pemilik Nama Mirip Presiden dan Wapres Bisa Makan Gratis di Sini

Pemilik Nama Mirip Presiden dan Wapres Bisa Makan Gratis di Sini

Megapolitan
6 Fakta Pembunuhan IA yang Dibakar di Ogan Ilir, Pelaku Pesta Sabu Sebelum Eksekusi hingga Dipicu Masalah Utang

6 Fakta Pembunuhan IA yang Dibakar di Ogan Ilir, Pelaku Pesta Sabu Sebelum Eksekusi hingga Dipicu Masalah Utang

Regional

Close Ads X