Bentrokan Suporter Bonek dengan Warga di Solo karena Sakit Hati

Kompas.com - 17/04/2018, 20:26 WIB
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo didampingi Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai dan dua tersangka penganiayaan suporter yang diamankan di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Selasa (17/4/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniKapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo didampingi Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai dan dua tersangka penganiayaan suporter yang diamankan di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Selasa (17/4/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengungkapkan, bentrokan antara suporter sepak bola Persebaya Surabaya alias bonek dengan warga di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018) dini hari, dipicu karena sakit hati.

"Tersangka sakit hati, katanya ada sekelompok suporter sepak bola yang melakukan pelemparan batu dan perusakan di Solo," kata Ribut di Solo, Jawa Tengah, Selasa (17/4/2018).

Tersangka bersama kelompoknya menunggu kedatangan rombongan suporter bonek di kawasan Banyuagung, Kecamatan Banjarsari. Mereka ingin menuntut membalas aksi pelemparan dan perusakan yang dilakukan suporter sebelumnya.

"Mereka sengaja berada di situ untuk menunggu kedatangan suporter. Jadi mereka mobile. Tidak di satu titik lokasi. Antara 50-100 orang dan mereka terbagi dalam kelompok-kelompok kecil antara 10-15 orang," ungkap Ribut.

Mereka telah mempersiapkan kayu, batu, dan benda lainnya untuk menghadang rombongan suporter yang melintas di kawasan itu.

Pada waktu rombongan suporter melintas di kawasan Banyuagung, ujar Ribut, tersangka dan kelompoknya menghadap truk yang ditumpangi para suporter.

"Tersangka menarik dua orang suporter dan dianiaya secara bersama-sama dengan kelompoknya," jelasnya.

Baca juga: Bentrokan Suporter Bonek dengan Warga, 2 Tersangka Diamankan

Ribut menyebutkan, truk yang ditumpangi dua suporter Persebaya Surabaya yang dihentikan tersangka dan kelompoknya kemudian dianiaya secara bersama-sama memang tanpa pengawalan polisi.

"Yang lain sudah kita kawal dari batas kota sampai keluar Solo. Hanya saja, truk yang ditumpangi rombongan dua suporter yang menjadi korban penganiayaan ini memang tidak ada pengawalan polisi," paparnya.

Seperti diberitakan, jajaran Polresta Surakarta berhasil mengamankan dua orang tersangka dalam bentrokan antara suporter sepak bola Persebaya Surabaya alias bonek dengan warga di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018) pukul 03.15 WIB.

Dua orang tersangka yang ditangkap adalah AKS alias Mbambox (23), warga Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, Solo; dan MAP alias Benjol (17), warga Klodran, Kabupaten Karanganyar.

Keduanya ditangkap di lokasi berbeda pada Senin (16/4/2018) malam.

Baca juga: Kericuhan Suporter Laga Arema FC Vs Persib Bandung, Jumlah Sementara Korban 212 Orang

Kompas TV Wasit dianggap berpihak kepada Persib Bandung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X