Kompas.com - 17/04/2018, 10:32 WIB
Ilustrasi siswa sekolah KOMPAS.ComIlustrasi siswa sekolah

BATAM, KOMPAS.com - Sejumlah orang tua siswa di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), merasa keberatan dengan biaya sertifikat mengaji sebesar Rp 300.000. Sertifikat tersebut menjadi salah satu persyaratan tambahan bagi calon siswa yang hendak masuk ke SMP dan SMA.

Satriyo (28), salah satu orangtua murid disalah satu sekolah dasar di Batam mengakui sangat mendukung sertifikat mengaji sebagai salah satu persyaratan tambahan bagi anaknya ketika hendak masuk ke sekolah menengah pertama (SMP).

Namun ia mengaku keberatan jika sertifikat tambahan itu dipatok biaya mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per lembar.

"Ini sudah tidak masuk akal, siswa yang ingin mendapatkan sertifikat membaca Al Quran harus membayar Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per sertifikat," kata Satriyo, Selasa (17/4/2018).

Senada juga disampaikan Leni, orangtua murid di salah satu sekolah dasar di Batam. Ia mengakui tarif sertifikat yang dipatok itu sangat memberatkan.

"Katanya untuk memajukan anak bangsa, agar siswa siswi yang beragama Islam bisa membaca Al Quran, tapi kenapa dipatok biaya," kata Leni.

Baca juga : Cerita Siswa SD di Polewali Menantang Arus Sungai Deras agar Bisa Pergi ke Sekolah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kalau sudah seperti ini, Leni takut akan menurunkan kualitas membaca Al Quran. Misalnya, kata Leni, bisa saja anak tersebut sebenarnya tidak bisa membaca Al Quran. Tapi karena mampu membayar, maka ia akan mudah mendapat sertifikat mengaji.

"Kami para orangtua pada dasarnya senang sekali anak kami belajar agama, namun jika untuk pengambilan sertifikat sampai dipatok biaya, itu sudah tidak wajar lagi menurut kami," kata Leni.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin membenarkan adanya persyaratan tambahan sertifikat mengaji bagi siswa yang ingin melajutkan pendidikan ke SMP dan SMA. Namun untuk mendapat sertifikat, siswa tidak dikenakan biaya alias gratis.

"Aturan sertifikat itu sebagai syarat tambahan bagi calon siswa SMP dan SMA adalah Perda Nomor 4 tahun 2010 tentang pendidikan di Kota Batam, namun tidak ada biaya ya," kata Muslim.

Muslim mengatakan, saat ini pihaknya tidak lagi menangani sertifikat mengaji. Kewenangannya kini beralih ke Kementerian Agama sesuai keputusan Badan Musyawarah Guru Taman Pendidikan Alquran (BMG-TPQ) yang ada di sekolah.

"Kalau mengenai biaya, bisa langsung ditanyakan ke Kemenag Kota Batam, karena kini menjadi kewenangan Kemenag," jelas Muslim.

Baca juga : Siswa SMP Kerja Serabutan demi Hidupi Nenek dan Ayahnya yang Gangguan Jiwa

Sayangnya sampai saat ini, Kepala Kemenag Kota Batam Erizal Abdullah belum bisa dikonfirmasi.

"Maaf, Bapak (Erizal Abdullah) masih rapat, siang atau sore saja lagi kembali ke sini," kata seorang pegawai Kemenag Kota Batam saat ditemui Kompas.com, Selasa (17/4/2018).



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X