Deddy-Dedi Unggul di Survei LSI, Ini Tanggapan Ridwan Kamil - Kompas.com

Deddy-Dedi Unggul di Survei LSI, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Kompas.com - 17/04/2018, 07:11 WIB
Kandidat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berkunjung ke rumah pengolahan ubi Cilembu di Kabupaten Sumedang, Jumat (13/4/2018).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kandidat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berkunjung ke rumah pengolahan ubi Cilembu di Kabupaten Sumedang, Jumat (13/4/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbaru terkait para kandidat di Pilkada Jawa Barat.

Hasilnya, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4Jabar) meraih elektabilitas tertinggi dengan nilai 43,2 persen. Disusul Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum atau Rindu 39,3 persen. Kemudian, Sudrajat-Ahmad Syaikhu atau pasangan Asyik memiliki angka elektabilitas 8,2 persen dan TB Hasanudin-Anton Charliyan atau pasangan Hasanah mendapat 4,1 persen.

Menanggapi hasil itu, kandidat gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Ridwan Kamil mengatakan, survei merupakan hajat terbuka dalam proses demokrasi sebagai alat ukur internal.

"Jika hasilnya baik, bisa untuk menyemangati namun tidak terlena. Namun jika hasilnya kurang baik, survei akan kami sikapi sebagai bahan evaluasi dan menjadi penyemangat bagi pasangan Rindu dan semua elemen pendukungnya untuk bekerja lebih keras lagi di daerah yang masih lemah," kata Ridwan, Senin (16/4/2018).

Baca juga : Ridwan Kamil Akan Perjuangkan Hak Paten Ubi Cilembu

Dalam hasil survei lembaga survei besutan Denny JA itu, nilai elektabilitas Ridwan-Uu memang di bawah pasangan Deddy-Dedi.

"Survei selalu maju mundur, beda konsultan beda hasil. Memang di Jabar yang terdekat itu bersaing dengan pasangan Deddy-Dedi," ungkapnya.

Baca juga : Ridwan Kamil: The Best Endorser di Jawa Barat adalah Gubernur

Pria yang akrab disapa Emil itu menyebut masih ada waktu 70 hari ke depan untuk melakukan evaluasi untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas pasangan Rindu.

"Masih ada waktu 70 hari kita akan evaluasi, sehingga masukan-masukan dari hasil survei yang dipublikasikan ke masyarakat menjadi masukan yang positif untuk mengubah atau memperbaiki cara meraih simpati pemilih di Jabar," jelasnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X