Dipecat PDI-P, Anggota DPRD NTT Akan Polisikan Megawati Soekarnoputri - Kompas.com

Dipecat PDI-P, Anggota DPRD NTT Akan Polisikan Megawati Soekarnoputri

Kompas.com - 16/04/2018, 20:35 WIB
Wakil Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Pusat PDI Perjuangan, Eko Sigit Rukminto Kurniawan (kiri), Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD I PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (tengah) dan Kepala BSPN DPD I PDI Perjuangan Provinsi NTT, Dolvianus Kolo (kanan) saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Kupang, Jumat (11/11/2016)Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Wakil Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Pusat PDI Perjuangan, Eko Sigit Rukminto Kurniawan (kiri), Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD I PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (tengah) dan Kepala BSPN DPD I PDI Perjuangan Provinsi NTT, Dolvianus Kolo (kanan) saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Kupang, Jumat (11/11/2016)

KUPANG, KOMPAS.com — Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur ( NTT), Dolvianus Kolo, akhirnya dipecat dari keanggotannya di PDI-P.

Surat keputusan (SK) pemecatan dan pergantian antarwaktu (PAW) sebagai anggota DPRD NTT juga telah dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P. Dolvianus dipecat karena menolak mendukung Marianus Sae sebagai calon gubernur NTT yang diusung PDI-P.

Hingga kini, Dolvianus mengaku belum menerima surat pemecatan itu. Ia mengetahui dirinya dipecat dan akan di PAW melalui media sosial. Itu pun atas usahanya sendiri untuk mendapatkan foto SK pemecatan.

"Saya sesungguhnya sudah siap terima apa pun risikonya. Yang saya tidak terima itu, kenapa saya dipecat tapi surat pemecatan tidak dikasih ke saya. Masa saya tahu info pemecatan dari medsos. Info usulan PAW juga saya tahu dari medsos," ungkap Dolvianus kepada Kompas.com, Senin (16/4/2018).

(Baca juga: Sekjen PDI-P: Dolvianus Kolo Akan Diberikan Sanksi Pemecatan )

"Terhadap hal itu, saya juga akan laporkan ketua umum partai (Megawati Soekarno Putri) dan pihak-pihak yang sembunyikan surat pemecatan dan surat usulan PAW ke polisi," sambungnya.

Menurut Dolvianus, dirinya akan melaporkan semua pihak yang membubuhkan tanda tangan dalam surat pemecatan dan surat usulan PAW dari partai.

Seharusnya, lanjut Dolvianus, ia menerima surat tembusan pemecatan itu bukan melihatnya dari medsos. Namun, ia menilai ada upaya untuk mencemarkan nama baiknya melakui medsos.

Pada prinsipnya, Dolvianus siap dipecat dan dilakukan PAW karena sudah menjadi risiko perjuangan. Namun, ia menyayangkan mekanisme pemecatan yang dilakukan PDI-P.

"Masa orang sekelas Megawati dan Frans Lebu Raya (Ketua DPD PDI-P NTT) tidak tahu etika berkomunikasi (mekanisme dan prosedur surat menyurat dalam partai). Harus diajari lagi terkait hal-hal teknis?" sebut Dolvianus.

(Baca juga: Jika Resmi Jadi Cawagub dari Partai Lain, Emil Dardak Dipecat PDI-P )

Dolvianus menyebut, apa yang dilakukannya itu sekadar menegakkan apa yang semestinya menjadi haknya.

"Secepatnya akan saya laporkan ke Polda NTT. Saya lagi berkoordinasi dengan pengacara," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI-P Provinsi NTT Nelson Matara, yang dihubungi melalui pesan singkat, membenarkan pemecatan dan PAW Dolvianus Kolo.

Namun, Nelson tidak menjelaskan secara detail soal surat pemecatan yang belum dikasih ke Dolvianus Kolo.

"Betul Pak Dolvianus Kolo sudah dipecat dari Februari 2018 lalu," tulis Nelson singkat kepada Kompas.com.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

Megapolitan
Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Internasional
PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

Nasional
Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi 'Floating Dock' PT DPS Persero

Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi "Floating Dock" PT DPS Persero

Regional
Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Megapolitan
Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Regional
Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Nasional
Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Regional
Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Internasional
4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

Regional
Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Regional
Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Nasional
Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Megapolitan
Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Internasional
Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Nasional

Close Ads X