Cara Warga Desa di Bantul untuk Lestarikan Sumber Air - Kompas.com

Cara Warga Desa di Bantul untuk Lestarikan Sumber Air

Kompas.com - 16/04/2018, 20:29 WIB
Sumber air yang dikenal masyarakat sekitar dengan belik atau sendang yang bernama Suro Sentiko, Dusun Saradan, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta.Kompas.com/Markus Yuwono Sumber air yang dikenal masyarakat sekitar dengan belik atau sendang yang bernama Suro Sentiko, Dusun Saradan, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dusun Saradan, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, terletak di perbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul. Topografi yang berbukit membuat daerah tersebut harus berjuang untuk mendapatkan air bersih.

Namun, ada sumber air yang dikenal masyarakat sekitar dengan istilah belik atau sendang yang bernama Suro Sentiko. Sampai saat ini, warga masih menjaga ekosistem di sekitar Sendang Suro Sentiko agar air tetap melimpah.

Ada empat pohon besar yang mengelilingi sendang sampai saat ini sudah berusia ratusan tahun itu dibiarkan rindang sehingga membawa kesejukan di sekitarnya.

Meski terjadi perubahan zaman dan iklim, air di sendang yang berbentuk persegi dengan panjang 1,5 meter dan lebar 1 meter itu tetap mengalir deras mengaliri rumah ratusan warga.

"Kami tetap melestarikan sendang karena ini merupakan sumber kehidupan masyarakat di sini. Kami bersyukur karena air di sendang tidak pernah kering. Hingga saat ini, air dari Sendang Suro Sentiko dimanfaatkan untuk 100 kepala keluarga," kata sesepuh Dusun Saradan, Lanjar Nurhadi, Senin (16/4/2018).

Sendang yang sampai saat ini masih menjadi salah satu tumpuan warga untuk mendapatkan air bersih itu setiap harinya terus dibersihkan.

Baca juga: Di Desa Bersejarah Ini, Ambulans Pun untuk Mengangkut Air Bersih

Seni tayub dalam Merti Dusun di Dusun Saradan, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta.Kompas.com/Markus Yuwono Seni tayub dalam Merti Dusun di Dusun Saradan, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

Gelar kesenian tayub

 

Selain itu, sebagai ungkapan rasa syukur, warga menggelar upacara Merti Dusun setiap tahunnya. Uniknya, setiap kegiatan selalu mendatangkan tayub.

"Menurut cerita turun-temurun, air sendang ada sejak tahun 1890. Warga di sini tetap menjaga empat pohon dan menguras air agar tetap mengalir. Untuk tradisi tayub, sejak saya SD, waktu itu tahun 1960, tradisi tayub saat Merti Dusun sudah ada di sini," ucap Lanjar.

Tayub merupakan kesenian yang dilakukan penari wanita dan ada kebiasaan memberikan saweran. Empat tahun terakhir, grup tayub yang diundang berasal dari Bayat, Klaten. Sebelumnya, grup dari Semin, Gunung Kidul, yang diundang.

Merti Dusun diisi dengan beberapa kegiatan, seperti kegiatan bersih desa, pawai budaya, pentas seni tayub, pementasan wayang cakruk, dan ditutup dengan kegiatan pengajian.

Sementara itu, untuk menjaga kelestarian sumber air di sendang, setiap tahunnya warga melakukan kegiatan bersih sendang sebanyak dua kali.

Salah seorang warga Terong, Isdi, mengaku setiap tahun kegiatan Merti Dusun selalu didatangi ratusan warga sekitar. Mereka menunggu pementasan tayub.

"Pentas seni tayub sehingga saat pementasan banyak warga yang datang untuk melihat dan ikut menari," kata Isdi.

Selain menari, warga juga mengikuti Merti Dusun Sendang Suro Sentiko, yaitu mencari kertas yang berisi bedak.

Menurut Isdi, bedak yang diambil dipercaya dapat memberikan berkah, mulai dari sebagai obat penyembuh penyakit hingga mengabulkan permintaan yang diinginkan.

Baca juga: Hujan, Warga Dusun Sidoarjo Gunungkidul Tetap Kesulitan Air Bersih

Kompas TV Di Bandung, Jawa Barat, Basarnas, mencoba menyulap air Sungai Citarum di lokasi banjir, jadi air yang layak pakai.

 

Terkini Lainnya

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

Megapolitan
Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Internasional
PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

Nasional
Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi 'Floating Dock' PT DPS Persero

Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi "Floating Dock" PT DPS Persero

Regional
Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Megapolitan
Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Regional
Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Nasional
Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Regional
Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Internasional
4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

Regional
Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Regional
Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Nasional
Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Megapolitan
Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Internasional
Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Nasional

Close Ads X