Sidak, Petugas Temukan Puluhan Telepon Seluler di Dalam Lapas - Kompas.com

Sidak, Petugas Temukan Puluhan Telepon Seluler di Dalam Lapas

Kompas.com - 16/04/2018, 19:26 WIB
Ilustrasi penjara.The Guardian Ilustrasi penjara.

BOGOR, KOMPAS.com - Puluhan telepon genggam milik warga binaan Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Paledang disita petugas lapas dalam operasi inspeksi mendadak gabungan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, Senin (16/4/2018).

Selain ditemukan alat komunikasi, petugas juga mendapati barang-barang seperti pemanas air, televisi, hingga sound system di dalam blok kamar yang dihuni warga binaan.

Sementara, petugas BNN melakukan tes urine terhadap 85 narapidana wanita dan 120 narapidana laki-laki.

Kepala Seksi Berantas BNN Kabupaten Bogor Komisaris Polisi Supeno mengatakan, operasi ini dilakukan untuk memastikan tidak ada peredaran narkoba di dalam lapas.

"Kami memang bekerja sama dengan lapas-lapas untuk memastikan tidak ada penggunaan ataupun peredaran narkoba di lingkungan narapidana," ungkap Supeno.

(Baca juga : Tim Investigasi Usut Kasus Napi Peras Korban Lewat Video Bugil )

Dirinya menambahkan, sampai saat ini, pihaknya belum menemukan adanya kasus penggunaan atau peredaran narkoba yang melibatkan narapidana di lembaga pemasyarakatan yang ada di Kota maupun Kabupaten Bogor.

"Kami tidak pernah ada kesulitan jika ada tersangka yang menyebut narkoba dari Lapas. Tapi setelah dicek ternyata lain. Alhamdulillah sampai saat ini belum menemunkan hal tersebut," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Paledang Gunawan Sutrisnadi menyebut, ada sekitar 205 narapidana yang dilakukan tes urine. Mereka merupakan napi yang yang terjerat kasus narkoba.

"Kita ambil sample punya potensi atau yang masih kita perkirakan memakai narkoba. Kita akan melihat sejauh mana pembinaan terhadap mereka," kata Gunawan.

(Baca juga : Peras Korban Lewat Video Bugil, Para Napi Kantongi Rp 800 Juta Per Minggu )

Jika ada narapidana yang postif narkoba, pihaknya akan menyerahkan ke BNKK Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tes urine ini dilakukan untuk mencegah adanya peredaran narkoba di Lapas.

"Nanti kita lihat hasilnya, kalau ada yang terbukti kita serahkan ke BNNK untuk ditindak lanjuti. Kita juga mendukung para penegak hukum jika ada narapidana yang terlibat untuk diperiksa. Termasuk sipir yang bertugas kalau terbuki, tidak ada toleransi," pungkasnya. 


Terkini Lainnya

Diteriaki Korban, Penjambret di Tanjung Priok Dihakimi Warga

Diteriaki Korban, Penjambret di Tanjung Priok Dihakimi Warga

Megapolitan
Cuaca Panas Ekstrem di Seluruh Australia Capai 45 Derajat Celsius

Cuaca Panas Ekstrem di Seluruh Australia Capai 45 Derajat Celsius

Internasional
14 Jenazah Korban Longsor Gowa Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Jadi 25

14 Jenazah Korban Longsor Gowa Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Jadi 25

Regional
Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Internasional
Pakar Hukum: Syarat Ikrar Setia NKRI Berlaku untuk Bebas Bersyarat Ba'asyir

Pakar Hukum: Syarat Ikrar Setia NKRI Berlaku untuk Bebas Bersyarat Ba'asyir

Nasional
Pelatihan Etiket di Turki Anjurkan Perempuan Tidak Menjilat Es Krim

Pelatihan Etiket di Turki Anjurkan Perempuan Tidak Menjilat Es Krim

Internasional
Hasil Otopsi Dinyatakan Selesai, Jenazah IA Diserahkan ke Keluarga

Hasil Otopsi Dinyatakan Selesai, Jenazah IA Diserahkan ke Keluarga

Regional
Isu Penculikan Anak SD Hebohkan Warga Ruteng Flores

Isu Penculikan Anak SD Hebohkan Warga Ruteng Flores

Regional
Di Jakarta, Nyamuk Aedes Aegypti Kerap Gigit Anak-anak Saat Sekolah

Di Jakarta, Nyamuk Aedes Aegypti Kerap Gigit Anak-anak Saat Sekolah

Megapolitan
Soal Perubahan Status Kawasan Cagar Alam, Bupati Garut Minta KLHK Tegas dalam Penegakan Hukum

Soal Perubahan Status Kawasan Cagar Alam, Bupati Garut Minta KLHK Tegas dalam Penegakan Hukum

Regional
Hari Ini, Malaysia Memilih Sultan Baru

Hari Ini, Malaysia Memilih Sultan Baru

Internasional
AS: Kami Tak Mengakui Rezim Maduro sebagai Pemerintah Sah Venezuela

AS: Kami Tak Mengakui Rezim Maduro sebagai Pemerintah Sah Venezuela

Internasional
Kapolda Sumsel: Otak Pembunuhan IA Mudah-mudahan Tertangkap Hidup

Kapolda Sumsel: Otak Pembunuhan IA Mudah-mudahan Tertangkap Hidup

Regional
Pemilik Nama Mirip Presiden dan Wapres Bisa Makan Gratis di Sini

Pemilik Nama Mirip Presiden dan Wapres Bisa Makan Gratis di Sini

Megapolitan
6 Fakta Pembunuhan IA yang Dibakar di Ogan Ilir, Pelaku Pesta Sabu Sebelum Eksekusi hingga Dipicu Masalah Utang

6 Fakta Pembunuhan IA yang Dibakar di Ogan Ilir, Pelaku Pesta Sabu Sebelum Eksekusi hingga Dipicu Masalah Utang

Regional

Close Ads X