Rizal Ramli: Terima Kasih Jokowi Telah Memecat Saya... - Kompas.com

Rizal Ramli: Terima Kasih Jokowi Telah Memecat Saya...

Kompas.com - 16/04/2018, 18:30 WIB
Pakar Ekonomi Rizal Ramli memberikan materi diskusi di sekretariat kampus MJC-AJI Kota Banda Aceh, Senin (16/4/2018). Rizal Ramli menyatakan masih terus berkomitmen mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia pada Pilpres 2019.KOMPAS.com/Daspriani Y Zamzami Pakar Ekonomi Rizal Ramli memberikan materi diskusi di sekretariat kampus MJC-AJI Kota Banda Aceh, Senin (16/4/2018). Rizal Ramli menyatakan masih terus berkomitmen mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia pada Pilpres 2019.

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Pakar Ekonomi dan Politik Rizal Ramli mengaku beruntung diberhentikan Presiden Joko Widodo sebegai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Sebab, dengan pemberhentian tersebut, ia bisa mempersiapkan diri lebih leluasa untuk bertarung dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

“Terima kasih Jokowi telah memecat saya sehingga bisa saya keliling Indonesia untuk mempersiapkan diri mengubah Indonesia, maju pada ajang Pemilihan Presiden 2019,” ujar Rizal Ramli saat diskusi bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (16/4/2018).

Rizal mengaku, meski belum ada partai politik yang meliriknya, ia tetap optimistis bisa mencapai tujuan ke kursi RI-1.

(Baca juga: Pro Kontra Kritik Rizal Ramli )

“Sangat sering pertanyaan tentang belum adanya parpol yang mengusung diajukan kepada saya, tapi saya tidak gentar. Ada banyak kok gerbong yang bisa digunakan, dan pertanyaan masih saja diajukan, ya saya jawab kun fayakun, man jadda wa jadda. Jokowi juga dulu begitu tidak ada yang menyangka, di last minute baru dapat dukungan,” ujar Rizal Ramli.

Rizal kemudian menyinggung elektabilitas Jokowi yang masih tinggi, sekitar 35 persen. Ini artinya masih ada harapan kepada Jokowi untuk dipilih lagi oleh rakyat Indonesia. “Tapi bagaimana 2019, semua bisa terjadi," tambahnya.

Dalam diskusi, Rizal juga menyinggung soal alam Aceh yang kaya tetapi masih miskin dengan angka pengangguran yang cukup tinggi. Padahal, Aceh mendapatkan Rp 8 triliun dana otonomi khusus.

"Ini harus ada evaluasi bersama, kenapa bisa seperti itu,” pungkasnya. 

Kompas TV Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Rizal Ramli.



Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X