Modus Baru Penyelundupan Narkoba, Sabu Divakum Lalu Dijadikan Korset

Kompas.com - 16/04/2018, 15:13 WIB
Ilustrasi sabu. SHUTTERSTOCKIlustrasi sabu.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan mengungkapkan modus baru penyelundupan narkoba untuk lolos dalam pemeriksaan di setiap bandara.

Kali ini, pelaku inisial CS (22) warga Kabupaten Tuban, Jawa Timur memakai korset untuk wanita yang diikatkan di perut. Ternyata korset tersebut berisi narkoba jenis sabu seberat 1 kilogram yang sebelumnya telah lebih dulu divakum hingga masuk ke dalam korset.

Selain CS, petugas menangkap lima tersangka lain berinisial OK (23) warga Surabaya, TR (21) warga Surabaya, MH (38) warga Pasuruan, FD (22) Banyuwangi, dan AH (24) warga Jember.

Kelima pelaku, masing-masing menyimpan satu kilogram sabu, hingga total barang bukti mencapai 6 kilogram sabu.

(Baca juga : Riza Shahab dkk Diduga Sudah Empat Kali Pesan Sabu )

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, penangkapan enam tersangka tersebut merupakan pengembangan dari kasus temuan 3 kilogram sabu dan 4.950 butir pil ekstasi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, (22/3/2018). Sabu tersebut tidak diketahui siapa pemiliknya. 

Dari temuan itu, petugas mengetahui jika jaringan penyelundupan sabu berada di Surabaya. Hingga akhirnya dilakukan penangkapan pada (10/4/2018).

"Ini terbilang modus baru, karena mereka membungkus sabu dengan korset dan divakum. Kita temukan saat mereka berada di Surabaya di salah satu hotel," kata Kapolda Sumsel saat gelar perkara, Senin (16/4/2018).

Dari pemeriksaan para tersangka, enam kilogram sabu tersebut berasal dari Palembang dan dibawa pelaku melewati jalur darat hingga tiba ke Surabaya.

"Palembang sekarang menjadi daerah transit pengiriman narkoba bagi seluruh bandar. Kita akan razia di setiap daerah perbatasan di Sumsel," tuturnya.

(Baca juga : Sembunyikan Sabu di Sebuah Gubuk, 2 Pria Ditangkap Polisi )

Sementara itu, seorang tersangka, CS mengaku mendapatkan upah Rp 10 juta untuk mengirimkan sabu menuju Surabaya.

"Saya pertama kali ikut seperti ini karena butuh uang. Korset itu memang sudah disiapkan untuk membawa sabu agar lolos di bandara. Karena takut ketahuan, jadi kami naik bus sampai Surabaya," ungkap CS.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka dikenakan pasal 114 dan pasal 132 serta 112 Undang-undang Narkoba Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warganya Banyak yang Bandel, Cianjur Sulit Tembus Zona Hijau Covid-19

Warganya Banyak yang Bandel, Cianjur Sulit Tembus Zona Hijau Covid-19

Regional
Bupati TTU Pecat 4 ASN karena Terlibat Kasus Amoral

Bupati TTU Pecat 4 ASN karena Terlibat Kasus Amoral

Regional
Harimau Kelaparan Berkeliaran di Desa di Jambi, BKSDA Minta Warga Waspada

Harimau Kelaparan Berkeliaran di Desa di Jambi, BKSDA Minta Warga Waspada

Regional
Wali Kota Semarang Izinkan Pertunjukan Musik Digelar, Khusus Indoor

Wali Kota Semarang Izinkan Pertunjukan Musik Digelar, Khusus Indoor

Regional
Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Ditemukan Nyaris Telanjang di Sumber Mata Air oleh Penjaga Parkir

Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Ditemukan Nyaris Telanjang di Sumber Mata Air oleh Penjaga Parkir

Regional
Kisah Seputar Pendaki Hilang Misterius di Gunung, Ditemukan Linglung hingga Tiba-tiba Loncat ke Semak

Kisah Seputar Pendaki Hilang Misterius di Gunung, Ditemukan Linglung hingga Tiba-tiba Loncat ke Semak

Regional
PKM Semarang Berlanjut Tanpa Batas Waktu

PKM Semarang Berlanjut Tanpa Batas Waktu

Regional
UTBK Unpad Jatinangor,  Peserta Tidak Di-Rapid Test, Hanya Disuruh Pakai Masker

UTBK Unpad Jatinangor, Peserta Tidak Di-Rapid Test, Hanya Disuruh Pakai Masker

Regional
Karyawan Toko Sepatu di Mal Pekanbaru Positif Corona,  Manajemen: Tertular dari Luar

Karyawan Toko Sepatu di Mal Pekanbaru Positif Corona, Manajemen: Tertular dari Luar

Regional
Warga Terdampak PSBB Ambon Diminta Lapor ke Lurah, Pemkot Jamin Bantuan Sosial

Warga Terdampak PSBB Ambon Diminta Lapor ke Lurah, Pemkot Jamin Bantuan Sosial

Regional
Mobil Dinas Wali Kota Semarang Kini Bisa Dipinjam Warga untuk Acara Pernikahan

Mobil Dinas Wali Kota Semarang Kini Bisa Dipinjam Warga untuk Acara Pernikahan

Regional
Nasib Sial Pria Berselingkuh, Cemburu Wanita Simpanan Punya Pria Lain, Malah Ditusuk

Nasib Sial Pria Berselingkuh, Cemburu Wanita Simpanan Punya Pria Lain, Malah Ditusuk

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Kabur ke Banjarmasin

Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Kabur ke Banjarmasin

Regional
Fakta Lengkap Pengemudi Ojol Ditendang hingga Terjungkal, Berawal Adu Klakson, Pelaku Terpengaruh Narkoba

Fakta Lengkap Pengemudi Ojol Ditendang hingga Terjungkal, Berawal Adu Klakson, Pelaku Terpengaruh Narkoba

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur | Mengenal Tradisi Pacaran Orang Rimba

[POPULER NUSANTARA] Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur | Mengenal Tradisi Pacaran Orang Rimba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X