Seorang Gadis di Surabaya Diperkosa 4 Pria Seusai Pesta Miras - Kompas.com

Seorang Gadis di Surabaya Diperkosa 4 Pria Seusai Pesta Miras

Kompas.com - 16/04/2018, 11:02 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaanKOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi korban pemerkosaan

SURABAYA, KOMPAS.com — Seorang gadis berinisial NH di Surabaya, Jawa Timur, diperkosa empat pria seusai pesta minuman keras di Sidotopo Sekolahan, Rabu (11/4/2018).

Dari data yang dihimpun TribunJatim.com di lapangan, awalnya korban ditemukan tak sadarkan diri di sekitar Sidotopo Sekolahan pada Rabu sekitar pukul 17.40.

Korban ditemukan warga berinisial L (40) saat akan bersih-bersih.

"Saya temukan pertama kali itu, saya kira mayat karena terlihat kakinya di balik tikar itu, ada aroma miras, lalu saya panggil warga lainnya," ucapnya.

Kata L, dirinya melihat selembar tikar dalam keadaan setengah tersingkap. Kemudian, L mendatangi tikar itu dan mengkroscek, apa benda di balik tikar itu.

Ketika dibuka, L mendapati gadis pingsan dalam tikar itu. L terkejut mengetahui hal itu lalu memanggil warga sekitar.

Warga sekitar yang mendengar hal itu berbondong-bondong mendatangi TKP dan sebagian lagi melaporkan hal itu ke Polsek Semampir.

Kanit Reskrim Polsek Semampir AKP Junaidi membenarkan adanya kejadian itu.

"Benar, saat itu korban ditemukan dalam kondisi pingsan, celananya melorot sampai ke lutut, tetapi tubuh bagian atasnya tanpa busana," ujar Junaidi pada TribunJatim.com saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (12/4/2018).

Baca juga: Cerita Pemuda NL yang Perkosa dan Bunuh Seorang Nenek karena Dendam

Pukul 14.00 korban sadarkan diri dan histeris. Junaidi menjelaskan, gadis itu diduga merupakan korban pemerkosaan.

Tim dokter menemukan bekas pemaksaan dan luka di kelamin korban. "Dari tim dokter menemukan adanya bekas luka pada alat kelamin korban, sedang kami selidiki," ucapnya, Jumat (13/4/2018).

Junaidi mengatakan, di lokasi penemuan, pihaknya hanya menemukan tikar dan pakaian korban. Saat ditemukan, aroma miras menyengat pada tubuh korban.

"Korban sedang dirawat intensif di ruang Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit Bhayangkara, selama ini baru dua saksi yang kami periksa, yakni tetangga dan yang menemukan pertama kali," katanya.

Diperkosa 4 pria

Terkait pelaku pemerkosaan, Junaidi awalnya menyebut tiga orang.

"Sedang kami dalami, awalnya ada tiga orang, setelah saya kembangkan ternyata ada empat orang yang turut memerkosa korban," ucap Junaidi kepada TribunJatim.com saat berada di ruang Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit Bhayangkara, Jumat (13/4/2018).

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengantongi identitas para tersangka. Selanjutnya, hanya tinggal meringkus mereka.

"Saya dan tim juga sudah mengetahui keberadaan dan tempat tinggal mereka. Saya masih memfokuskan mengembalikan kondisi psikis dan mental korban dari traumanya," sambung Junaidi sembari melihat kondisi korban.

Junaidi mengatakan, pihaknya tidak hanya mengumpulkan sejumlah keterangan dari keluarga, saksi, dan warga sekitar yang mengetahui hal itu, tetapi juga memberikan arahan kepada orangtua korban.

Sebab, orangtua korban juga kerap memukul NH lantaran NH sering membandel. Tak jarang, NH dipergoki orangtuanya sering bergaul dengan sebayanya yang bengal dan minum minuman keras.

Baca juga: Seorang Pemuda Perkosa dan Bunuh Seorang Nenek karena Dendam

Oleh karena itu, dirinya ingin kejadian tersebut tak terulang dan tak mengakibatkan NH trauma serta mengalami kekerasan itu kembali.

"Agar orangtua korban tak mengulangi kekerasan kepada anaknya, kasihan dia, sering ditampar, dipukul sampai pingsan, akhirnya dia melampiaskan pada miras," tandasnya.

Menurut dia, pihaknya tengah bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengembalikan psikis dan mental korban.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Gadis Cantik Diperkosa 4 Pria Seusai Dicekoki Miras, Korban Pernah Masuk Pesantren, Ini Kronologinya


Terkini Lainnya

Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi 'Floating Dock' PT DPS Persero

Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi "Floating Dock" PT DPS Persero

Regional
Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Megapolitan
Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Regional
Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Nasional
Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Regional
Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Internasional
4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

Regional
Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Regional
Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Nasional
Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Megapolitan
Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Internasional
Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Nasional
Trump Sebut Upaya Tutupi Pembunuhan Khashoggi sebagai Aksi Terburuk

Trump Sebut Upaya Tutupi Pembunuhan Khashoggi sebagai Aksi Terburuk

Internasional
Cerita Katon Bagaskara, dari Seniman Menuju ke Parlemen

Cerita Katon Bagaskara, dari Seniman Menuju ke Parlemen

Nasional
Masuk Zona Merah Rawan Bencana, Bengkulu Butuh Banyak Alat Deteksi Tsunami

Masuk Zona Merah Rawan Bencana, Bengkulu Butuh Banyak Alat Deteksi Tsunami

Regional

Close Ads X