Cerita Pemuda NL yang Perkosa dan Bunuh Seorang Nenek karena Dendam - Kompas.com

Cerita Pemuda NL yang Perkosa dan Bunuh Seorang Nenek karena Dendam

Kompas.com - 16/04/2018, 05:46 WIB
IlustrasiKOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi

WAINGAPU, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial NL alias W alias I (26) memperkosa dan membunuh seorang nenek RL (63).

Bahkan, setelah memperkosa dan membunuh, pelaku juga memasukkan benda keras ke alat vital korban.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast, Minggu (15/4/2018), mengatakan, saat melakukan aksi kejinya, NL dalam kondisi mabuk minuman keras.

Jules menjelaskan, hasil penyelidikan dan penyidikan secara intensif berdasarkan keterangan sembilan saksi, sejumlah barang bukti dan aneka informasi yang didapat saat pengumpulan bahan keterangan, pelaku NL melakukan hal itu karena dendam.

Pelaku mencekik dan membenturkan wajah korban ke besi tempat tidur. Lalu pelaku membekap korban dengan bantal.

Setelah korban tidak berdaya, pelaku kemudian memperkosa korban dan memasukan benda keras ke alat vital korban.

Baca juga : Seorang Pemuda Perkosa dan Bunuh Seorang Nenek karena Dendam

Sesudah memastikan korban meninggal, pelaku lalu keluar dari pintu belakang rumah korban dan berhasil kabur.

Usai menerima laporan pembunuhan itu, kata Jules, polisi langsung bergerak dan melakukan menangkap NL.

"Saat hendak ditangkap, pelaku mencoba melawan petugas, sehingga langsung ditembak di bagian kaki," ucap Jules.

Sebelumnya diberitakan, pelaku NL mengakui perbuatannya membunuh dan memerkosa RL, karena dendam.

Dalam keterangannya kepada polisi, NL mengaku, pada beberapa waktu lalu, korban menutup jalan dengan pagar dan tanaman ke lokasi penjualan batu gunung milik pelaku.

Selain itu, pelaku yang mengaku mahasiswa pada salah satu kampus di Waingapu juga mengaku pernah dikeroyok oleh kerabat korban beberapa waktu lalu.

"Dua peristiwa inilah yang membuat pelaku menaruh dendam kesumat pada korban," kata Jules.

Baca juga : Siswa SMP Kerja Serabutan demi Hidupi Nenek dan Ayahnya yang Gangguan Jiwa

Pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Sumba Timur. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP dan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.


Terkini Lainnya

PT MRT Buka Kesempatan UMKM Berbisnis di Stasiun Mereka

PT MRT Buka Kesempatan UMKM Berbisnis di Stasiun Mereka

Megapolitan
Diperiksa Bawaslu, TKN Bantah Jokowi Kampanye di Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Diperiksa Bawaslu, TKN Bantah Jokowi Kampanye di Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Megapolitan
Nasdem Minta Bupati Mesuji yang Kena OTT KPK Mundur atau Diberhentikan

Nasdem Minta Bupati Mesuji yang Kena OTT KPK Mundur atau Diberhentikan

Regional
Pemkot Depok Siapkan 130 Sekolah untuk Terima Siswa Berkebutuhan Khusus

Pemkot Depok Siapkan 130 Sekolah untuk Terima Siswa Berkebutuhan Khusus

Megapolitan
Boeing Klaim Sukses Gelar Uji Terbang Taksi Udara Otonom Pertama

Boeing Klaim Sukses Gelar Uji Terbang Taksi Udara Otonom Pertama

Internasional
Pemerintah Impor 30.000 Ton Jagung, Buwas Jamin Tak Ganggu Produksi Panen Februari-Maret

Pemerintah Impor 30.000 Ton Jagung, Buwas Jamin Tak Ganggu Produksi Panen Februari-Maret

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Kasus Suap DPRD Kalteng

KPK Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Kasus Suap DPRD Kalteng

Nasional
12 Lampu Solar Cell di Jalur Pendakian Gunung Ijen Raib Dicuri

12 Lampu Solar Cell di Jalur Pendakian Gunung Ijen Raib Dicuri

Regional
Bagaimana Media Asing Mengabarkan Pembebasan Ahok

Bagaimana Media Asing Mengabarkan Pembebasan Ahok

Internasional
Sudin Dukcapil Jakpus Lakukan Pelayanan Administrasi di RPTRA

Sudin Dukcapil Jakpus Lakukan Pelayanan Administrasi di RPTRA

Megapolitan
Dua Pemeran Video Mesum Viral di Madiun Sudah Keluar dari Sekolah

Dua Pemeran Video Mesum Viral di Madiun Sudah Keluar dari Sekolah

Regional
Bawaslu Temukan 1.000 Lebih Tabloid Indonesia Barokah di Karawang

Bawaslu Temukan 1.000 Lebih Tabloid Indonesia Barokah di Karawang

Regional
Soal Wacana Pembebasan Ba'asyir, Manajemen Pemerintah Dinilai Buruk

Soal Wacana Pembebasan Ba'asyir, Manajemen Pemerintah Dinilai Buruk

Nasional
Menristek Dikti: Rektor UNG Harus Menindak Mahasiswa Pelaku Kekerasan

Menristek Dikti: Rektor UNG Harus Menindak Mahasiswa Pelaku Kekerasan

Regional
Puting Beliung Rusak Rumah Wakil Ketua DPRD dan Pasar di Maluku Tenggara

Puting Beliung Rusak Rumah Wakil Ketua DPRD dan Pasar di Maluku Tenggara

Regional

Close Ads X