Saat Lihat Penari Erotis, Polisi Langsung Bubarkan Acara Klub Motor di Jepara - Kompas.com

Saat Lihat Penari Erotis, Polisi Langsung Bubarkan Acara Klub Motor di Jepara

Kompas.com - 15/04/2018, 14:58 WIB
Sebuah video yang menampilkan tiga perempuan berbikini menari-nari menghibur puluhan orang yang mengerubungi mereka viral di media sosial. Polisi menyebutkan, acara itu berlangsung di Jepara, Jawa Tengah.dok. YouTube Sebuah video yang menampilkan tiga perempuan berbikini menari-nari menghibur puluhan orang yang mengerubungi mereka viral di media sosial. Polisi menyebutkan, acara itu berlangsung di Jepara, Jawa Tengah.

JEPARA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Jepara, Jawa Tengah sangat menyayangkan adanya penampilan tari erotis saat kegiatan reuni klub motor Yamaha N Max di Pantai Kartini, Jepara pada Sabtu (14/4/2018) lalu.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, mengatakan, kepolisian yang berjaga saat itu langsung berupaya membubarkan aksi tak senonoh yang mempertunjukkan tiga orang perempuan berbiki berjoget di muka umum.

"Karena tidak sesuai dengan izin awal, kami langsung bubarkan saat itu juga. Satu peleton petugas diterjunkan. Saat ini kami masih periksa sejumlah saksi dan mendalami kasus ini," kata Yudianto saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/4/2014).

Baca juga : Polisi Tahan Panitia Acara Tari Erotis di Jepara

Kepolisian yang berjaga saat itu turut diperiksa. Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jepara, Jawa Tengah masih mendalami kasus merebaknya video yang mempertontonkan adegan tarian erotis di pantai Kartini, Jepara.

Dalam video amatir yang tersebar melalui media sosial itu mengabadikan tiga orang perempuan yang hanya mengenakan bikini berjoget sensual di muka umum dengan diiringi dentuman "House Music". 

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, menyampaikan, video tak senonoh tersebut merupakan puncak acara reuni komunitas motor Yamaha N Max yang digelar pada Sabtu (14/4/2018) siang.

Baca juga : Hadirkan Penari Erotis di Pantai Kartini Jepara, Panitia Pakai Izin Organ Tunggal

Menurut Yudianto, pihaknya sangat menyayangkan insiden tersebut bisa terjadi. Panitia yang menggagas kegiatan tersebut dinilai telah melanggar aturan, karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan izin rundown acara yang diajukan semula.

Sesuai izin, acara reuni komunitas Yamaha N Max diikuti sekitar 100 orang, dimulai pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan dimeriahkan hiburan organ tunggal.

"Kami sangat sayangkan. Izinnya diramaikan dengan organ tunggal, tapi kenyataannya tidak sesuai. Kami sudah periksa sejumlah saksi," kata Yudianto.


Terkini Lainnya

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

5.689 Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Depok

Megapolitan
Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi

Internasional
PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

PAN: Justru Elektabilitas Kami Turun jika Dukung Pak Jokowi

Nasional
Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi 'Floating Dock' PT DPS Persero

Kejati Jatim Selidiki Dugaan Korupsi "Floating Dock" PT DPS Persero

Regional
Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Megapolitan
Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Diliburkan Pasca-tawuran Ratusan Mahasiswa

Regional
Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Tim Prabowo-Sandiaga: Wajar Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Nasional
Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Viral, Pengungsi Gempa Sulteng di Mamboro Ketakutan Suara Hantu Pokpok

Regional
Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Internasional
4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

4 Fakta Baru Kasus Ahmad Dhani, Permohonan Cekal hingga Mangkir Pemeriksaan

Regional
Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Viral, Siswi SMK Karanganyar Jualan Cilok Pakai Baju Seragam

Regional
Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Kerugian Prabowo-Sandiaga akibat Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Nasional
Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Warga Minta Uang Kompensasi Bau Dinaikkan, Anggota DPRD Bekasi Desak PKS Bantergebang Dievaluasi

Megapolitan
Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Internasional
Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Cerita Ma'ruf Amin Dapat Senjata Tradisional Setiap ke Daerah

Nasional

Close Ads X