Didahului dengan Survei, Pelaku Berhasil Kelabui Aparat Selundupkan 500 Gram Sabu

Kompas.com - 15/04/2018, 08:46 WIB
Abdi (mengenakan baju baju tahanan orange) warga Kota Samarinda diamankan tim gabungan dari Tim Eastern Fleet Quick Response (EFQR) Lanal Nunukan dan Reskoba Poles Nunukan saat berusaha menyelundukan sabu sbau seberat 500 gram dari Malaysia melalui Dermaga di Pulau Sebatik Nunukan. Untuk mengelabuhi petugas, sabu sabu yang dikemas dalam 2 kantong plastic transparan tersebut di simpan di dalam sol sandal kulit yang dikenakannya. KOMPAS.com/SUKOCOAbdi (mengenakan baju baju tahanan orange) warga Kota Samarinda diamankan tim gabungan dari Tim Eastern Fleet Quick Response (EFQR) Lanal Nunukan dan Reskoba Poles Nunukan saat berusaha menyelundukan sabu sbau seberat 500 gram dari Malaysia melalui Dermaga di Pulau Sebatik Nunukan. Untuk mengelabuhi petugas, sabu sabu yang dikemas dalam 2 kantong plastic transparan tersebut di simpan di dalam sol sandal kulit yang dikenakannya.

NUNUKAN, KOMPAS.com – Tim gabungan dari Tim Eastern Fleet Quick Response (EFQR) TNI AL Nunukan dan Reskoba Poles Nunukan Kalimantan Utara mengamankan Abdi bin Musa (45) warga Kelurahan Sidomulyo, Kota Samarinda, Kalimantan Timur karena kedapatan berusaha menyelundupkan sabu-sabu seberat 500 gram dari Malaysia melalui Dermaga Batu di Pulau Sebatik Nunukan.

Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono mengatakan, pelaku diamankan saat berada di atas speedboat yang akan menuju Kota Tarakan.

“Pelaku kita amankan Jumat (13/04) saat berada diatas speedboat. Rencananya sabu-sabu akan di bawa ke Tarakan kemudian dengan pesawat diterbangkan menuju Makassar,” ujarnya Sabtu sore (14/04/2018).

(Baca juga: Sembunyikan Sabu di Sebuah Gubuk, 2 Pria Ditangkap Polisi)

Ari Aryono menambahan, untuk mengelabui petugas, pelaku menyembunyikan sabu-sabu yang dikemas dalam 2 kantong plastik transparan tersebut di dalam sol sandal kulit yang dikenakannya.

Dari pemeriksaan awal pelaku mengaku sudah melakukan penyelundupan sabu-sabu dari Tawau Malaysia melalui Sebatik, sebanyak 2 kali.

”Yang pertama pelaku berhasil menyelundupkan 250 gram sabu-sabu dengan tujuan Kota Palu,” imbuhnya.

Pelaku yang sudah 2 kali mengirim sabu-sabu dari Malaysia ini mengaku sempat pergi ke Tawau Malaysia untuk melakukan survey terhadap pengamanan di wilayah perbatasan sebelum membawa sabu-sabu yang diterimanya di Dermaga Sebatik.

(Baca juga: BNN Lampung Tembak Mati Dua Pengedar 6 Kilogram Sabu)

 

Dia mengaku menerima instruksi dari jaringan narkoba di Malaysia melalui handphone jika sabu-sabu yang disimpan di dalam sol sandal kulit sudah berada di Dermaga Sebatik.

Merasa aman, pelaku kemudian membawa sabu-sabu tersebut naik ke atas speedboat tujuan Kota Tarakan.

“Sempat ke Tawau mau lihat saja apakah saya diperiksa,” ujar Abidin.

Pelaku mengaku akan mendapat upah 50 juta rupiah jika berhasil mengantar sabu-sabu tersebut ke Kota Makassar.

Selain sabu sabu sebrat 500 gram, 3 buah handphone, sejumlah uang, buku tabungan dan dompet, pelaku diamankan di Polres Nunukan untuk menjalani pemeriksaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X