Polisi Gerebek Industri Rumahan Miras Jenis Trobas di Kabupaten Malang

Kompas.com - 13/04/2018, 16:58 WIB
Rumah industri pembuatan minuman keras jenis trobas di Dusun Sumberpelus RT 12 RW 5 Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang yang digrebek polisi pada Kamis (12/4/2018)Dok. Humas Polres Malang Rumah industri pembuatan minuman keras jenis trobas di Dusun Sumberpelus RT 12 RW 5 Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang yang digrebek polisi pada Kamis (12/4/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Jajaran Polres Malang menggerebek industri rumahan minuman keras jenis trobas atau minuman keras jawa. Penggrebekan dilakukan pada Kamis (12/4/2018) dan mendapatkan satu tersangka, yaitu Amini (53).

Amini diduga telah memproduksi dan memasarkan minuman keras membahayakan itu di dalam sebuah kebun di belakang rumahnya di Dusun Sumberpelus, RT 12 RW 5, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Terdapat sejumlah peralatan di dalam kebun tersebut. Di antaranya jeriken sebagai tempat penampungan minuman keras, dandang, wajan dan tempat untuk menampung bahan baku minuman keras.

Diduga, pelaku memanfaatkan kebun di belakang rumahnya supaya tidak diketahui oleh penegak hukum. Sementara itu, aktivitas membuat minuman keras jenis trobas itu sudah berlangsung sejak awal Bulan Maret lalu.


Baca juga : Bupati Bandung Minta Ulama Bantu Sadarkan Anak Bermasalah agar Hindari Miras

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, minuman keras yang dihasilkan oleh pelaku sangat membahayakan karena mengandung kadar metanol yang tinggi.

"Pengalaman kita menyelidiki produksi rumahan seperti ini banyak mengandung metanol bahkan sampai ada yang sampai 90 hingga 95 persen. Itu racun. Begitu diminum dalam kadar yang berlebihan, berbahaya bagi metabolisme manusia dan menyebabkan kebutaan bahkan meninggal dunia," katanya di Mapolres Malang, Jumat (13/4/2018).

Sementara itu, proses pembuatan minuman keras itu sangat sederhana. Bahan baku yang digunakan berupa beras ketan, ragi dan air. Seluruh bahan baku itu dicampur dengan takaran yang sudah ditentukan dan didiamkan selama 20 hari. Setelah itu dilakukan penyulingan.

Tidak pasti, berapa liter minuman keras yang dihasilkannya setiap hari. Sedangkan pemasaran minuman itu hanya di sekitar rumah pelaku.

Baca juga : Cegah Peredaran Miras Oplosan, Polisi Razia Warung Kelontong

Pelaku mengaku mendapatkan ilmu tentang pembuatan minuman keras itu dari tetangganya.

"Mendapatkan ilmu dari tetangganya," katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 204 ayat (1) KUHP atau pasal 62 jo pasal 8 ayat (1a) Undang - undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pangan atau Pasal 140 dan 142 Undang-undang nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Regional
Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X