Kompas.com - 13/04/2018, 16:08 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

BANDUNG, KOMPAS.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Indro Purwoko menerjunkan tim investigasi untuk mendalami dugaan pemerasan yang dilakukan para napi di balik jeruji besi Lapas Klas II A khusus Narkotika Jelekong, Kabupaten Bandung Barat.

“Kita bentuk tim investigasi gabungan yang terdiri dari Dirjen Pas, Dir Kamtib, dan Kadivpas Kanwil,” kata Indro di Kota Bandung, Jumat (13/5/2018).

Nantinya, hasil temuan internal akan diinformasikan kepada Polrestabes Bandung. “Nanti hasil temuan tim akan kita laporkan juga ke Polrestabes,” ujarnya.

Seperti diketahui, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung mengungkap tindakan kejahatan yang dilakukan para napi Lapas Jelekong, Kabupaten Bandung Barat.

 

(Baca juga : Napi Sebut Petugas Lapas Terlibat dalam Pemerasan Video Bugil)

Kejahatan tersebut berupa pemerasan yang dilakukan para napi dengan cara mengancam video bugil korbannya akan disebar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Video tanpa busana itu diperoleh para napi lewat perkenalan mereka dengan perempuan di akun medsos fiktif yang sengaja dibuat para napi. Setelah akrab dan mendapat no kontak korban, para napi merayu dan berjanji akan menikahi lewat chat.

Saat korban masuk perangkap, pelaku mengajak korban telepon seks hingga video call tanpa busana. Di situlah pelaku merekam video bugil korbannya. Video ini menjadi alat bagi pelaku menguras kekayaan korbannya.

Indro menjelaskan, sebenarnya, alat komunikasi seperti telepon seluler tidak diperbolehkan ada di dalam lapas. Karena itu pihaknya melakukan razia secara rutin. Meski demikian, ponsel tetap saja ada di dalam napi.

“Memang dari hari ke hari kita miris terkait keberadaan, setiap hari kita razia besoknya ada lagi,” ungkap Indro.

(Baca juga : Peras Korban Lewat Video Bugil, Para Napi Kantongi Rp 800 Juta Per Minggu)

Terkait dugaan petugas lapas yang menerima uang hasil pemerasan, masih akan didalami. Namun jika di lapangan ditemukan bukti dan fakta yang mengarah pada petugas tertentu, maka pihaknya tidak akan segan untuk menindak petugas itu.

“Tim sedang berjalan, sedang mendalami, yang pasti soal reposisi ini kalau ada keterlibatan kita pasti reposisi, atau mungkin PP 53,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.