Kompas.com - 13/04/2018, 09:13 WIB
tampak pelaku yang mengenakan sebo tengah duduk didampingin petugas kepolisian di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (11/4/2018). KOMPAS.com/AGIEPERMADItampak pelaku yang mengenakan sebo tengah duduk didampingin petugas kepolisian di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (11/4/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Salah satu narapidana Lapas Jelekong, Kabupaten Bandung berinisial T (nama samaran) menceritakan skandal kejahatan di Lapas Jelekong. Kejahatan yang dilakukan ribuan napi tidak akan terjadi tanpa campur tangan petugas lapas. 

Saat ini T dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Lantaran ia bersedia bekerjasama untuk mengungkap kasus pemerasan yang dilakukan para napi di dalam Lapas Jelekong. 

T pun membagikan pengalaman pahitnya. Sejak ia masuk ke Lapas Jelekong sebagai tahanan akhir 2017 lalu ia diajari bagaimana melakukan pemerasan melalui media sosial. Sasarannya adalah korban wanita berusia 25-56 tahun.

Ia berkenalan hingga intens berhubungan via chat di media sosial maupun pesan singkat. Para korban biasanya dijanjikan akan dinikahi dan diminta untuk melakukan telepon seks hingga video call tanpa busana.

 

(Baca juga : Seorang Napi Ungkap Sindikat Kejahatan di Lapas Jelekong)

Video ini kemudian direkam dan menjadi alat untuk memeras uang korban dengan ancaman akan menyebarkannya. Aksinya ini menghasilan uang puluhan juta rupiah per minggu. T mengaku terpaksa melakukan itu. Jika tidak, ia akan dianiaya napi lainnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aliran Uang

T menceritakan, setiap uang hasil pemerasan dikumpulkan ke kepala kamar, sedang bukti resi struk dikirim melalui aplikasi WA. Uang tersebut nantinya diberikan kepala kamar kepada bagian administrasinya yang juga seorang napi. 

Uang yang ditransfer korban ke rekening pelaku nantinya akan ditarik tunai. Penarikan itu pun dibantu orang luar lapas yang kemudian dikirim ke lapas.

 pelaku yang tak lain para napi. Tapi ia menduga, ada uang yang mengalir ke petugas.  

"Uang itu juga untuk koordinasi kepada petugas lapas," kata T, belum lama ini. 

Menurut T, uang itu untuk menghindari masalah dan ancaman yang mengganggu pekerjaan memeras para napi.

(Baca juga : Peras Korban Lewat Video Bugil, Para Napi Kantongi Rp 800 Juta Per Minggu_

"Uang koordinasi kemungkinan (jumlahnya) besar, untuk menutup ancaman dari luar seperti kegiatan rutin sidak dari luar dan koordinasi agar tidak ada masalah di dalamnya," ungkap T.

Jumlah uang yang disetorkan cukup besar. "Setor ke petugas lapas paling kecil Rp 100.000, paling besarnya Rp 40 juta setiap minggu. Untuk apel harian ada dan mingguan juga ada," jelasnya.

Menurutnya, sindikat kejahatan pemerasan yang dilakukan para napi ini tidak tercium kepala Lapas. "Kepala lapas kemungkinan tidak tahu karena itu permainan orang napi," ujarnya. 

Meski begitu, ia menduga ada keterlibatan para petugas lapas dalam pekerjaan pemerasan yang dilakukan para napi. "Petugas yang terlibat, hampir 85 persen," ujarnya.

(Baca juga : Usai Kuras Uang Korban dengan Modus Sebar Video Bugil, Napi Hapus Akun Medsosnya )

Contoh sederhananya, masuknya telepon seluler ke dalam lapas. Tanpa ada bantuan petugas lapas, hal itu sulit dilakukan. Padahal untuk menjalankan aksi ini, ribuan napi memerlukan ponsel.

"HP sudah difasilitasi oleh kepala kamar, alur masuk HP kita kerja sama dengan petugas lapas," ungkapnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Barat Indro Purwoko mengaku akan mendalami pernyataan T tersebut. "Jadi 85 persen itu kan hanya pengakuan ya. Apakah betul pengakuan itu, kan perlu kita dalami juga. Itu pengakuan kita akan dalami," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.