Kompas.com - 13/04/2018, 06:40 WIB
Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto tengah memperlihatkan barang bukti sejumlah bahan dasar miras oplosan di rumah tersangka HM yang merupakan tempat produksi miras oplosan yang merenggut 41 orang warga di wilayah Kabupaten Bandung, Kamis (12/4/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADIKapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto tengah memperlihatkan barang bukti sejumlah bahan dasar miras oplosan di rumah tersangka HM yang merupakan tempat produksi miras oplosan yang merenggut 41 orang warga di wilayah Kabupaten Bandung, Kamis (12/4/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menetapkan HM yang merupakan pemilik dan JS penjual miras oplosan di wilayah Cicalengka, Kabupaten Bandung sebagai tersangka.

Kedua tersangka dijerat pasal 204 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan atau pasal 141 sub pasal 142 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman 2 hukuman tahun Penjara.

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi terus memburu pelaku yang diduga otak dari miras oplosan tersebut.

Saat ini, SS, suami dari tersangka HM, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi juga tengah memburu pria pembuat miras oplosan.

(Baca juga : Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Jabar Jadi 58 Orang)

Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, SS diduga mengetahui kadar dan takaran dari miras oplosan. Karena itulah hingga kini polisi belum mengetahui kadar dan jumlah alkohol dalam miras oplosan tersebut. 

"Kita mau tangkap SS dulu. Karena dia yang belanja-belanja, kalau dapat nanti kita kembangkan sampai mana, kita akan proses hukum," jelas Agung seusai menggeledah rumah tersangka HM di Jalan Raya By Pass, Kampung Bojong Asih, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (12/4/2018).

"Kita akan ungkap setelah SS tertangkap," imbuhnya.

Tak hanya kadar miras oplosan, polisi belum mengetahui di mana SS mendapatkan bahan-bahan oplosan. Sebab tersangka HM tidak mengetahui hal tersebut.

(Baca juga : Ini Kandungan Miras Oplosan yang Tewaskan 52 Orang di Jawa Barat)

Pelaku, sambung Agung, meracik minuman minola yang ditambah zat pewarna, minuman berenergi, dan alkohol. "Untuk prosentase (kadar alkohol) nanti dikirim ke lab. Sekaligus nanti setelah kita tangkap SS, kita ungkap kita tanyakan," jelasnya.

Mengenai jumlah korban, Agung mengatakan, total korban di Kabupaten Bandung berjumlah 222 jiwa. Dari jumlah itu, 41 orang meninggal, 139 orang pulang, dirawat 30 orang dan dirujuk 11 orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.