Asian Games di Palembang Dihantui Bencana Kabut Asap

Kompas.com - 11/04/2018, 20:16 WIB
 Rapat koordinasi antisipasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada penyelenggaraan Asian Games , di hotel Exelton Palembang, Rabu (11/4/2018).Kompas.com/ Aji YK Putra Rapat koordinasi antisipasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada penyelenggaraan Asian Games , di hotel Exelton Palembang, Rabu (11/4/2018).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Bencana kabut asap terbesar yang terjadi pada 2015 lalu di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi perhatian khusus pemerintah menjelang Asian Games yang akan berlangsung pada (18/8/2018) mendatang.

Asisten II Bidang Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel Eduar Juliartha mengatakan, berdasarkan data Citra Satelit Landsat 8 OLI TIRS dan Citra Satelit Sentinel 2, kebakaran hutan pada 2015 mencapai 765.536.000 hektar dengan total 27.043 hotspot.

Sebanyak 43,21 persen kebakaran itu berada di lahan gambut wilayah Sumatera Selatan. Namun, pada 2016, luas kebakaran menurun menjadi 978 hektare sebesar 99,87 persen dengan total hotspot mencapai 973.

Pada tahun 2017, kebakaran meningkat menjadi 9.286 hektar dengan total hotspot mencapai 1.212 hotspot dan yang terbesar terdapat pada lahan mineral sebesar 91,33 persen dan gambut 8,67 persen. Pada tahun tersebut, titik panas mengalami peningkatan drastis.


(Baca juga: Inasgoc Akan Gratiskan 20 Persen Tiket Pertandingan Asian Games)

Eduar mengatakan, pelaksanaan Asian Games pada bulan Agustus merupakan puncak musim kemarau yang rawan kebakaran hutan dan lahan sehingga antisipasi sejak dini sangat diperlukan.

"Kami memiliki prestasi menurunkan titik hotspot pada 2016 dan 2017. Ini harus dipertahankan dengan dukungan seluruh stakeholder, seperti jajaran TNI, BPBD dan lain sebagainya, terutama masyarakat," kata Eduar saat menggelar rapat mengantisipasi kebakaran hutan dan Lahan di Hotel Exelton Palembang, Rabu (11/4/2018).

Menurut Eduar, upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan sejak dini bukan hanya terpusat pada Pemprov Sumsel. Namun, dukungan dari pemerintah kabupaten/kota juga sangat diperlukan dengan menyiapkan posko-posko khusus di daerah rawan.

"Kami mulai bergerak sebelum bencana terjadi agar titik api cepat dipadamkan. Pemerintah daerah juga harus memantau daerah mereka masing-masing," ujarnya.

Setidaknya, Sumatera Selatan sendiri memiliki wilayah dengan 8,8 juta hektar, yang terdiri dari 3,5 juta hektar kawasan hutan dan terdapat 1,4 juta hektar adalah kawasan lahan gambut yang rawan kebakaran.

(Baca juga: Jokowi Bertanya Siapa Lawan Terberat di Asian Games, Ini Jawaban "The Minions")

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan YB Satywa Sananugraha menambahkan, pesta olahraga Asian Games merupakan hajatan yang paling besar dan dapat berdampak besar kepada Indonesia sebagai tuan rumah.

Kesuksesan Asian Games di Jakarta dan Palembang, lanjut dia, merupakan tanggung jawab dari semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah dan masyarakat.

"Ini merupakan kehormatan besar bagi bangsa Indonesia dan menjadi tanggung jawab kita untuk kesuksesan Asian Games," ujar Satya.

Waktu pelaksanaan Asian Games yang tinggal beberapa bulan lagi, lanjut Satya, harus diperkuat oleh seluruh unsur untuk mencegah seluruh gangguan, seperti bencana kabut asap.

"Kami semua berharap dapat membangun koordinasi dan sinkronisasi untuk penanganan karhutla ini sehingga bisa menyukseskan Asian Games," lanjut dia.




Terkini Lainnya

Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Regional
Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Regional
Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Regional
Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Regional
Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Regional
Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Regional
Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi 'Command Center' dan 'Panic Button'

Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi "Command Center" dan "Panic Button"

Regional
Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Regional
Pulang Safari Ramadhan, Wabup Rembang Terlibat Kecelakaan Beruntun

Pulang Safari Ramadhan, Wabup Rembang Terlibat Kecelakaan Beruntun

Regional
5 Fakta Penyelundupan 1 Ton Ganja, Disembunyikan di Sasis Truk hingga Hendak Dibawa ke Jakarta

5 Fakta Penyelundupan 1 Ton Ganja, Disembunyikan di Sasis Truk hingga Hendak Dibawa ke Jakarta

Regional
Antisipasi Bencana Kekeringan, BPBD Banyumas Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih

Antisipasi Bencana Kekeringan, BPBD Banyumas Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih

Regional
Mogok Belajar Siswa yang Tolak Kepsek Diganti Berakhir dengan Surat Perjanjian

Mogok Belajar Siswa yang Tolak Kepsek Diganti Berakhir dengan Surat Perjanjian

Regional
Dari Balairung, Dosen UGM Serukan Pesan Persatuan dan Perdamaian

Dari Balairung, Dosen UGM Serukan Pesan Persatuan dan Perdamaian

Regional
Kronologi Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur

Kronologi Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur

Regional
Banyak TKI Ilegal asal NTT di Malaysia, BP3TKI Kupang Bangun Rumah Informasi Migrasi Aman

Banyak TKI Ilegal asal NTT di Malaysia, BP3TKI Kupang Bangun Rumah Informasi Migrasi Aman

Regional

Close Ads X