Rindu Permainan Masa Kecil, Kunjungi Wisata Kampung Bambu Maros

Kompas.com - 11/04/2018, 09:48 WIB
pengunjung Wisata kampung Bambu menikmati ermainan jungkat jungkit yang terbuat dari batang bambu KOMPAS.com/Chermanto Tjaombah pengunjung Wisata kampung Bambu menikmati ermainan jungkat jungkit yang terbuat dari batang bambu

PANGKEP, KOMPAS.com - Ingin berselancar di masa kecil dengan permainan dari bambu? Taman Wisata Kampung Bambu yang terletak di Desa Toddopulia, Dusun Bungu-bungu, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi selatan, bisa jadi pilihan. 

Pengunjung akan disuguhkan berbagai permainan dari bambu seperti ayunan, jungkat-jungkit, hingga egrang atau longga dalam bahasa setempat.

Tak ketinggalan aneka permainan masa lalu seperti tembak-tembak bambu dengan peluru kertas basah yang harganya hanya sebesar Rp 2000 per batang.

Pengunjung juga bisa menikmati hamparan ribuan bambu. Uniknya, di tempat ini, pengunjung hanya bisa mengambil gambar dari telepon seluler mereka. Namun ponsel tersebut tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi, apalagi mengakses internet. 

(Baca juga : Mengunjungi Gang Nangka, Kampung Warna-warni Langganan Juara Lomba Lingkungan)

Hal ini akan menambah kesempurnaan pengunjung yang ingin bernostalgia di masa kecil. 

“Tempat ini menarik karena banyak permainan tempo dulu. Kita dapat bernostalgia dengan masa anak-anak dulu yang jika dibandingkan dengan anak-anak sekarang yang tidak lagi melirik permainan masa lalu melainkan hanya mengenal gadget,” ujar seorang pengunjung, Rizki Ridhayati. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengunjung dewasa Taman Wisata Kampung Bambu menikmati permainan tembak bambu yang dijual warga setempat.KOMPAS.com/Chermanto Tjaombah Pengunjung dewasa Taman Wisata Kampung Bambu menikmati permainan tembak bambu yang dijual warga setempat.
Tempat ini awalnya hanya tempat bernaung bagi petani jika terik menyengat. Kemudian warga dibantu sejumlah warga menyulapnya menjadi lokasi wisata. Mereka memanfaatkan potensi alam yang ada berupa hamparan rumput di daerah tersebut. 

Namun kini, tempat itu menjadi lokasi wisata yang dapat menambah perekonomian masyarakat setempat. 

"Sebagai pemuda lokal saya mencoba mengajak sejumlah pegiat literasi dan kebudayaan untuk memaksimalkan potensi bambu di daerah ini dengan konsep wisata keluarga untuk menopang perekonomian masyarakat dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan,” papar salah satu pemuda kampung tersebut, Sultan.

(Baca juga : Menenggok Kampung Mural di Kramat Jati)

Direktur kampung Bambu Muh Sultan mengatakan, konsep awal Kampung Bambu adalah pemanfaatan bambu yang bagi warga setempat bernilai budaya.

Potensi ini kemudian dimaksimalkan menjadi potensi wisata keluarga, sekaligus menopang perekonomian masyarakat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X