Akbar Tandjung: Siapkan Tokoh, Jangan Hanya #2019GantiPresiden

Kompas.com - 11/04/2018, 06:08 WIB
Politisi senior Partai Golkar, Akbar Tandjung saat menghadiri Simposium Nasional oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang di UMM Inn, Kota Malang, Selasa (10/4/2018). KOMPAS.com / Andi HartikPolitisi senior Partai Golkar, Akbar Tandjung saat menghadiri Simposium Nasional oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang di UMM Inn, Kota Malang, Selasa (10/4/2018).

MALANG, KOMPAS.com - Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung menilai wajar munculnya gerakan tanda pagar #2019GantiPresiden. Hal itu bagian dari proses demokrasi yang tidak menginginkan Presiden Joko Widodo kembali menjabat di periode kedua.

"Iya kan orang boleh saja punya pendapat bahwa dia tidak mendukung pada calon Presiden yang ada. Demokrasi kan wajar saja," katanya saat menghadiri Simposium Nasional oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang di UMM Inn, Kota Malang, Selasa (10/4/2018).

Namun, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menilai, gerakan #2019GantiPresiden di media sosial tidak serta merta bisa mengganti Jokowi sebagai Presiden. Apalagi, Jokowi sudah memastikan diri untuk maju kembali dalam Pilpres 2019 dengan dukungan sejumlah partai.

"Tapi kalau semangat tadi yang dikatakan #2019GantiPresiden, dia bisa saja mau pemimpin yang baru silakan saja. Tapi tidak menutup orang yang sudah mendapatkan dukungan yang besar. Kalau Pak Jokowi kan sudah dukungan yang besar. Sudah memenuhi persyaratan," katanya.

(Baca juga : Gibran Sebut AHY Cocok Jadi Cawapres Jokowi, Ini Kata Ketum Golkar )

Mestinya, sambung dia, pihak-pihak yang menginginkan pergantian Presiden tidak hanya membangun gerakan #2019GantiPresiden. Melainkan juga harus mempersiapkan tokoh yang bisa menyaingi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

"Kalau dia memang mau mengganti Pak Jokowi sebagai presiden. Dia siapkan saja tokoh yang memiliki elektabilitas yang tinggi sehingga tokoh itu yang akan menang jadi presiden," katanya.

Sejauh ini, Akbar menilai elektabilitas Jokowi masih tinggi. Karenanya, ia meminta supaya pencalonan kembali Jokowi harus dihormati dan biarkan rakyat yang menentukan jabatan presiden berikutnya.

"Sampai sejauh ini elektabilitas yang paling tinggi tetap Pak Jokowi dan kita harus menghormati itu. Biarlah rakyat pada akhirnya akan memutuskan," tutupnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Izinkan Istri Positif Covid-19 Diisolasi, Suami Yakini Penyakit Disebabkan Setan

Tak Izinkan Istri Positif Covid-19 Diisolasi, Suami Yakini Penyakit Disebabkan Setan

Regional
Ratusan Babi di Ende Mati Diserang Flu Babi Afrika

Ratusan Babi di Ende Mati Diserang Flu Babi Afrika

Regional
64 Kepala SMP di Riau Mundur, Disdik: Mereka Sudah Benar tapi Dianggap Tak Benar

64 Kepala SMP di Riau Mundur, Disdik: Mereka Sudah Benar tapi Dianggap Tak Benar

Regional
Tangis Tobat Anak Pembunuh Ibu Kandung, Langsung Minta Buku Tuntunan Shalat

Tangis Tobat Anak Pembunuh Ibu Kandung, Langsung Minta Buku Tuntunan Shalat

Regional
Ruwetnya Birokrasi Keuangan Negara untuk Layanan Kesehatan di Masa Pandemi

Ruwetnya Birokrasi Keuangan Negara untuk Layanan Kesehatan di Masa Pandemi

Regional
64 Kepala SMP Mundur karena Diperas Penegak Hukum, Disdik Lapor Bupati

64 Kepala SMP Mundur karena Diperas Penegak Hukum, Disdik Lapor Bupati

Regional
Tangis Risma di Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Sudah Memberikan Semuanya

Tangis Risma di Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Sudah Memberikan Semuanya

Regional
Anak Perempuannya yang Muncul Saat Webinar Disebut PSK, Dosen Uncen: Ini Pembunuhan Karakter

Anak Perempuannya yang Muncul Saat Webinar Disebut PSK, Dosen Uncen: Ini Pembunuhan Karakter

Regional
Positif Covid-19, Suami Pasien Sebut Istrinya Sakit karena Setan: Seperti Apa Corona, Saya Mau Tahu

Positif Covid-19, Suami Pasien Sebut Istrinya Sakit karena Setan: Seperti Apa Corona, Saya Mau Tahu

Regional
'Saya Baru Dengar di Indonesia, Ada Seluruh Kepala SMP se-Kabupaten Mengundurkan Diri'

"Saya Baru Dengar di Indonesia, Ada Seluruh Kepala SMP se-Kabupaten Mengundurkan Diri"

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Merasa Kurang Enak Badan

Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Merasa Kurang Enak Badan

Regional
Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Regional
Bayi dengan Kepala Tertinggal di Rahim Lahir Prematur, Ibu Kelelahan Jalan Kaki

Bayi dengan Kepala Tertinggal di Rahim Lahir Prematur, Ibu Kelelahan Jalan Kaki

Regional
Detik-detik Wahab Diterkam Buaya, Perbaiki Jaringan Listrik, Alami Luka Robek di Pinggang

Detik-detik Wahab Diterkam Buaya, Perbaiki Jaringan Listrik, Alami Luka Robek di Pinggang

Regional
Viral Video 3 Wanita Joget TikTok di Zebra Cross, Dilakukan Setiap Lampu Merah Menyala

Viral Video 3 Wanita Joget TikTok di Zebra Cross, Dilakukan Setiap Lampu Merah Menyala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X