Khofifah Sindir Gus Ipul, Jatim Berprestasi tetapi Kemiskinan Tinggi

Kompas.com - 10/04/2018, 22:31 WIB
Saifullah Yusuf (kiri) dan Khofifah Indar Parawansa ANTARA FOTO/ZABUR KARURUSaifullah Yusuf (kiri) dan Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, KOMPAS.com - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, baik sendiri maupun bersama, diberi kesempatan untuk beradu argumen head to head selama 4 menit dalam Debat Publik Perdana Pilgub Jawa Timur 2018 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/4/2018).

Setelah diawali dengan debat head to head antara pasangan calon wakil gubernur, Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendapat kesempatan untuk saling berhadapan.

Khofifah yang diberikan kesempatan pertama melemparkan pertanyaan tentang ketimpangan kemiskinan di kota dan desa di Jawa Timur kepada Gus Ipul. Dia menyindir ketimpangan kemiskinan yang masih tinggi di Jawa Timur.

(Baca juga: Debat Perdana Pilgub Jatim, Khofifah Usung Millenial Job Center, Gus Ipul Andalkan SMK dan Mas Metal)

Menurut Khofifah, Jawa Timur dikenal sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, ekspor tinggi dan pendapatan dari migas tertinggi kedua setelah Riau.

Namun, ketimpangan kemiskinan antara kota dan desa tinggi. Khofifah mencatat, angka kemiskinan di pedesaan lebih tinggi dua kali lipat daripada di perkotaan. Di perdesaan, lanjut dia, angka kemiskinan mencapai 15,58 persen, sedangkan di kota 7,8 persen.

"Jawa Timur pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata nasional, ekspornya tertinggi dari seluruh provinsi, penerimaan dari migas kedua tertinggi setelah Riau. Dari pertumbuhan tinggi, ada PR. Jantung republik ini ada di Jatim, ketimpangan kemiskinan tidak boleh tidak cepat diatasi. Angka kemiskinan di Jawa Timur menggelembung di perdesaan," ungkap Khofifah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam waktu empat menit, keheranan dan pertanyaan itu berulang-ulang disampaikan oleh Khofifah. Paling tidak, ada lima kali hal itu disampaikan oleh Khofifah kepada Gus Ipul, baik saat melemparkan pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan dari Gus Ipul.

"Saya sudah sampaikan yang bagus dari (Jawa Timur sebelumnya) adalah pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, ekspor sudah tertinggi, penerimaan migas kedua tertinggi setelah Riau. Maka pertanyaan saya, yang ekonominya bagus, kenapa di desa masih banyak orang miskin? Ini harus nyambung," tutur perempuan yang terakhir kali menjabat sebagai Menteri Sosial itu.

(Baca juga: Survei "Kompas": Pilkada Jatim, Elektabilitas Khofifah dan Gus Ipul Hanya Selisih 0,5 Persen)

Gus Ipul berupaya menjawab pertanyaan Khofifah itu dengan beberapa penjelasan. Lima kali pernyataan Khofifah dijawabnya dengan sejumlah jawaban yang berbeda.

Pertama kali, Gus Ipul menjawabnya dengan memaparkan keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menurunkan angka kemiskinan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.