Humas: Tak Ditangkap KPK, Bupati Bandung Barat di Rumah Anaknya

Kompas.com - 10/04/2018, 22:06 WIB
Bupati Bandung Barat Abubakar (kiri) bersama Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkara PNS terjerat narkoba di Kantor Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Jawa Barat, Selasa (2/8/2016) KOMPAS.com/Dendi RamdhaniBupati Bandung Barat Abubakar (kiri) bersama Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkara PNS terjerat narkoba di Kantor Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Jawa Barat, Selasa (2/8/2016)

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat membantah bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Bandung Barat, Abu Bakar.

Menurut Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bandung Barat Hari Mustika, Abu Bakar sedang berada di rumah keluarganya.

"Masih ada Pak Bupati mah, enggak (tidak ditangkap)," kata Hari saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (10/4/2018) malam.

"Saya enggak tahu dari mana, yang jelas informasi dari ajudan, bupati ada di rumah anaknya," tambah Hari.


Namun, dia mengaku tak mengetahui alamat rumah anak Abu Bakar. Hari juga heran dengan asal informasi tersebut.

(Baca juga: KPK Amankan Seorang Bupati di Bandung Barat)

Dia mengaku langsung mengonfirmasi ajudan setelah kabar itu beredar. Ajudan, lanjut dia, menjawab bahwa Abu Bakar sedang berada di kediaman anaknya.

Hari juga mengatakan belum bisa memberikan informasi lebih rinci soal informasi tersebut.

"Saya belum bisa (memberi keterangan) karena masih simpang siur, tapi Bupati enggak (ditangkap)," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK dikabarkan menangkap tangan seorang bupati di Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (10/4/2018). Selain bupati, KPK juga menangkap enam orang lainnya. Informasi ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

"Tadi saya cek memang ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Ada penyelenggara negara dan sejumlah pihak yang diamankan di salah satu kabupaten di Jawa Barat," ujar Febri.

Febri menyebutkan, total ada 7 orang yang ditangkap. Sebagian sudah dibawa ke Gedung KPK Jakarta, dan yang lainnya sudah dilakukan pemeriksaan awal.

"Salah satu yang tadi diamankan adalah bupati aktif dan sejumlah PNS," tutur Febri.

Meski demikian, Febri belum menjelaskan lebih detail perihal kasus dugaan korupsi yang melibatkan seorang kepala daerah itu. Para pihak yang ditangkap akan menjalani pemeriksaan secara intensif.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bandung Barat Hari Mustika membantah adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terhadap Bupati Bandung Barat, Abubakar. "Masih ada Pak Bupati mah, enggak (tidak ditangkap)," kata Hari saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Selasa (10/4/2018) malam. Hari pun mengaku tak mengetahui dari mana sumber informasi tersebut. Namun, setelah kabar itu beredar, ia langsung mengonfirmasi ajudan dan menyebut bahwa Abubakar sedang berada di kediaman anaknya. "Saya enggak tahu dari mana, yang jelas informasi dari ajudan, bupati ada di rumah anaknya," ucap Hari yang mengaku tak mengetahui alamat rumah anak Abubakar. Lebih lanjut, Hari mengatakan belum bisa memberikan informasi lebih rinci soal informasi tersebut. "Saya belum bisa (memberi keterangan) karena masih simpang siur, tapi Bupati enggak (ditangkap)," jelasnya. Baca juga: KPK Amankan Seorang Bupati di Bandung Barat Diberitakan sebelumnya, KPK dikabarkan menangkap tangan seorang bupati di Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (10/4/2018). Selain bupati, KPK juga menangkap enam orang lainnya. Informasi ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah. "Tadi saya cek memang ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Ada penyelenggara negara dan sejumlah pihak yang diamankan di salah satu kabupaten di Jawa Barat," ujar Febri. Febri menyebutkan, total ada 7 orang yang ditangkap. Sebagian sudah dibawa ke Gedung KPK Jakarta, dan yang lainnya sudah dilakukan pemeriksaan awal. "Salah satu yang tadi diamankan adalah bupati aktif dan sejumlah PNS," tutur Febri. Meski demikian, Febri belum menjelaskan lebih detail perihal kasus dugaan korupsi yang melibatkan seorang kepala daerah itu. Para pihak yang ditangkap akan menjalani pemeriksaan secara intensif. PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani EditorErwin Hutapea Tag: KPK operasi tangkap tangan bandung barat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Humas Pemkab Bandung Barat Bantah Penangkapan Bupati oleh KPK", https://regional.kompas.com/read/2018/04/10/20415581/humas-pemkab-bandung-barat-bantah-penangkapan-bupati-oleh-kpk.
Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Editor : Erwin Hutapea

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bandung Barat Hari Mustika membantah adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terhadap Bupati Bandung Barat, Abubakar. "Masih ada Pak Bupati mah, enggak (tidak ditangkap)," kata Hari saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Selasa (10/4/2018) malam. Hari pun mengaku tak mengetahui dari mana sumber informasi tersebut. Namun, setelah kabar itu beredar, ia langsung mengonfirmasi ajudan dan menyebut bahwa Abubakar sedang berada di kediaman anaknya. "Saya enggak tahu dari mana, yang jelas informasi dari ajudan, bupati ada di rumah anaknya," ucap Hari yang mengaku tak mengetahui alamat rumah anak Abubakar. Lebih lanjut, Hari mengatakan belum bisa memberikan informasi lebih rinci soal informasi tersebut. "Saya belum bisa (memberi keterangan) karena masih simpang siur, tapi Bupati enggak (ditangkap)," jelasnya. Baca juga: KPK Amankan Seorang Bupati di Bandung Barat Diberitakan sebelumnya, KPK dikabarkan menangkap tangan seorang bupati di Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (10/4/2018). Selain bupati, KPK juga menangkap enam orang lainnya. Informasi ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah. "Tadi saya cek memang ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Ada penyelenggara negara dan sejumlah pihak yang diamankan di salah satu kabupaten di Jawa Barat," ujar Febri. Febri menyebutkan, total ada 7 orang yang ditangkap. Sebagian sudah dibawa ke Gedung KPK Jakarta, dan yang lainnya sudah dilakukan pemeriksaan awal. "Salah satu yang tadi diamankan adalah bupati aktif dan sejumlah PNS," tutur Febri. Meski demikian, Febri belum menjelaskan lebih detail perihal kasus dugaan korupsi yang melibatkan seorang kepala daerah itu. Para pihak yang ditangkap akan menjalani pemeriksaan secara intensif. PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani EditorErwin Hutapea Tag: KPK operasi tangkap tangan bandung barat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Humas Pemkab Bandung Barat Bantah Penangkapan Bupati oleh KPK", https://regional.kompas.com/read/2018/04/10/20415581/humas-pemkab-bandung-barat-bantah-penangkapan-bupati-oleh-kpk.
Penulis : Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Editor : Erwin Hutapea

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Regional
Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Regional
Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Regional
Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Regional
PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

Regional
Aktivitas Reklamasi Semakin 'Menggila', Ketua DPRD Batam Berang

Aktivitas Reklamasi Semakin "Menggila", Ketua DPRD Batam Berang

Regional
Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Regional
Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Regional
Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Regional
Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Regional
Wali Kota Malang Menangis Saat Temui Siswa Korban Pemukulan Motivator

Wali Kota Malang Menangis Saat Temui Siswa Korban Pemukulan Motivator

Regional
Termakan Hoaks Gempa Besar dan Tsunami, Banyak Warga Tinggalkan Ambon

Termakan Hoaks Gempa Besar dan Tsunami, Banyak Warga Tinggalkan Ambon

Regional
Sekjen PDI-P: Bu Mega dan Bu Risma Sudah Bahas Calon Wali Kota Surabaya

Sekjen PDI-P: Bu Mega dan Bu Risma Sudah Bahas Calon Wali Kota Surabaya

Regional
Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X