Penipuan Umrah di Makassar Kembali Dibongkar, Nilainya Sekitar Rp 100 Miliar

Kompas.com - 10/04/2018, 18:19 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel menggelar konferensi pers terkait kasus penipuan umrah yang dilakukan PT Global Inspira Indonesia, Selasa (10/4/2018). KOMPAS.com/Hendra CiptoKabid Humas Polda Sulsel menggelar konferensi pers terkait kasus penipuan umrah yang dilakukan PT Global Inspira Indonesia, Selasa (10/4/2018).


MAKASSAR, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sulawesi Selatan kembali membongkar penipuan umrah senilai Rp 100 miliar yang dilakukan biro perjalanan haji dan umrah.

Dalam kasus ini, polisi menangkap suami istri berinisial MED dan MS alias T. Keduanya merupakan komisaris utama biro perjalanan haji dan umrah PT Global Inspira Indonesia yang berkantor di Jalan Tupai, Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani dalam keterangan persnya, Selasa (10/4/2018), mengatakan, kedua tersangka sejak tahun 2016 memasarkan paket promo umrah di bawah harga yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Namun, hingga tahun 2018, kedua tersangka tidak memberangkatkan calon jemaah yang telah melakukan pembayaran untuk menunaikan umrah ke tanah suci.

Baca juga: 21.000 Jemaah Jadi Korban, Berkas Kasus Penipuan Biro Haji dan Umrah di Bandung Dilimpahkan ke Kejaksaan

"Keduanya terus menjanji-janjikan calon jemaahnya untuk diberangkatkan. Setelah beberapa tahun dijanji-janji terus, akhirnya para korban melaporkannya ke Polda Sulsel. Kalau dihitung-hitung, kedua tersangka menggelapkan dana jemaahnya sekitar Rp 100 miliar," ujar Dicky.

Dicky mengungkapkan, sebelum ditangkap, kedua tersangka hidup berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lainnya. Perusahaan kedua tersangka ini pun tidak dilengkapi izin dari Kementerian Agama, tetapi dapat merekrut 6.300 orang jemaah.

"Kedua tersangka pernah ditemukan oleh para korban. Lagi-lagi, di situ kedua tersangka menipu para korban mengembalikan setoran dana umrah dalam bentuk cek kosong. Sampai saat ini, polisi baru menyita paspor jemaah umrah yang dijanjikan untuk diberangkatkan. Mengenai aset-aset kedua tersangka, belum ada yang disita dan masih ditelusuri oleh penyidik," beber Dicky.

Dicky menegaskan, kedua tersangka sudah dilakukan penahanan di Markas Polda Sulsel. Atas perbuatan ereka, kedua tersangka dijerat Pasal 378 sub Pasal 372 jo Pasal 55 ayat (1) tentang penipuan dan penggelapan.

Baca juga: Meski Izin Telah Dicabut, Abu Tours Tetap Berangkatkan Jemaah Umrah

Kompas TV Pasca disegelnya sejumlah kantor jasa perjalanan haji Abu Tour yang berada di Jakarta ratusan jemaah umrah Abu Tour meminta kejelasan nasib mereka.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Seorang Pria Ditodong Pistol Mainan Usai Antar Pacar, Ponsel dan Uang Raib, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Pria Ditodong Pistol Mainan Usai Antar Pacar, Ponsel dan Uang Raib, Pelaku Ditangkap

Regional
Mumpung Harga Cabai Rawit Rp 90.000 Per Kg, Petani Beramai-ramai Memanen meski Belum Matang

Mumpung Harga Cabai Rawit Rp 90.000 Per Kg, Petani Beramai-ramai Memanen meski Belum Matang

Regional
5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

Regional
Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Regional
Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Regional
Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Regional
Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Regional
Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

Regional
Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Regional
Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Regional
Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Regional
Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X