Kompas.com - 10/04/2018, 11:41 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepala Polda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, jumlah korban tewas akibat menenggak miras oplosan di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Sukabumi terus bertambah.

“Satu jam terakhir sudah 45 orang (meninggal dunia). Sebanyak 45 ini tersebar di Cicalengka 35 orang, wilayah hukum Polrestabes Bandung 4 orang, dan di Kabupaten Sukabumi khususnya Pelabuhan Ratu 6 orang,” ujar Agung seusai silahturahim dengan kontestan Pilkada Jawa Barat 2018 di Restoran Atmosphere, Jalan Lengkong, Kota Bandung, Selasa (10/4/2018).

Dua wanita menangis setelah menerima kabar seorang anggota keluarganya meninggal akibat meminum minuman keras (miras) jenis oplosan, di sebuah rumah sakit di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2018). Korban miras jenis oplosan di daerah tersebut terus bertambah, dari data terakhir sebanyak 23 orang dilaporkan tewas dengan indikasi keracunan.AFP PHOTO/TIMUR MATAHARI Dua wanita menangis setelah menerima kabar seorang anggota keluarganya meninggal akibat meminum minuman keras (miras) jenis oplosan, di sebuah rumah sakit di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2018). Korban miras jenis oplosan di daerah tersebut terus bertambah, dari data terakhir sebanyak 23 orang dilaporkan tewas dengan indikasi keracunan.
Agung menambahkan, korban-korban yang tewas akibat miras oplosan pun tidak terkonsentrasi di satu titik saja.

“Lokasinya tidak ngumpul. Seperti di Cicalengka ada empat titik, tetapi yang jual hanya satu titik,” ujarnya.

(Baca juga: Polisi Buru Pemasok Metanol Mematikan ke Pembuat Miras Oplosan )

Agung memastikan, para penjual miras oplosan maut di tiga titik di Jawa Barat sudah ditangkap.

Dua wanita menangis setelah menerima kabar seorang anggota keluarganya meninggal akibat meminum minuman keras (miras) jenis oplosan, di sebuah rumah sakit di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2018). Korban miras jenis oplosan di daerah tersebut terus bertambah, dari data terakhir sebanyak 23 orang dilaporkan tewas dengan indikasi keracunan.AFP PHOTO/TIMUR MATAHARI Dua wanita menangis setelah menerima kabar seorang anggota keluarganya meninggal akibat meminum minuman keras (miras) jenis oplosan, di sebuah rumah sakit di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2018). Korban miras jenis oplosan di daerah tersebut terus bertambah, dari data terakhir sebanyak 23 orang dilaporkan tewas dengan indikasi keracunan.
“Penjual di Cicalengka dua-duanya sudah ditangkap. Yang di wilayah hukum Polrestabes Bandung juga sudah ditangkap dan yang di Pelabuhan Ratu penjual juga sudah kami tangkap,” ucapnya.

Agung memastikan, pihaknya bakal melakukan pengembangan dari para penjual miras yang telah ditangkap untuk menelusuri otak di balik pembuatan miras oplosan tersebut.

“Kami lakukan pendalaman siapa yang bikin, siapa yang buat. Satu dua hari mungkin bisa kami ungkap sampai ke atas,” tandasnya. 

Kompas TV Diduga kesembilan korban membeli dari penjual miras yang sama. Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki kasus ini.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.