Sertifikat Tanah Gratis Maniskan Nasib Petani Kakao dan Nelayan

Kompas.com - 09/04/2018, 13:19 WIB
Salah seorang petani Kakao di Kelurahan Lalombaa, Kabupaten Kolaka tengah membersihkan tanamannya. KOMPAS.com/KIKI ANDI PATISalah seorang petani Kakao di Kelurahan Lalombaa, Kabupaten Kolaka tengah membersihkan tanamannya.

KENDARI, KOMPAS.com – Ratusan petani kakao di Kelurahan Lalombaa, Kecamatan Kolaka, akhirnya bernapas lega. Pasalnya, lahan yang mereka olah sejak puluhan tahun belum memiliki kepastian hukum atau sertifikat, akhirnya diakui negara.

Pengakuan ini terjadi pada 2017 melalui program Reformasi Agraria yang dicanangkan presiden Jokowi dengan program Redistribusi Tanah Obyek Landerform (TOL) dan sertifikat gratis.

Di Kelurahan Lalobaa, Kolaka, atau yang lebih dikenal kampung coklat terdapat 300 petani kakao. Mereka tergabung dalam Kelompok Tani (Gapoktan) Kakao Sejahtera.

Akbal Toli, salah satu anggota kelompok tani Kakao Sejahtera mengaku telah mendiami lahannya sejak 1970. Namun baru tahun 2017 ia memperoleh legalitas hak milik di atas tanah yang dikelolanya, berupa sertifikat yang diterimanya secara gratis.

(Baca juga : Cerita soal Sertifikat Tanah dengan Sisipan Foto Presiden )

Lahan itu sudah lama diolah dan menjadi sumber penghidupannya bersama keluarganya. Tetapi sejak para petani memegang sertifikat tanah, kini ekonomi masyarakat Lalombaa dan sekitarnya meningkat drastis.

Setelah memiliki sertifikat, lanjut Akbal, petani kakao khususnya di Lalombaa dapat menambah modal usaha dengan menjaminkan sertifikat ke bank. Mereka juga bisa meningkatkan hasil produksi pertanian.

Ekonomi Makin Kokoh

Sebelumnya, para petani hanya mampu memproduksi kakao sebesar 400 kilo per tahun menjadi 2 ton per tahun. Hal itu karena terjaminnya ketersediaan pupuk tanaman melalui jaminan sertifikat di bank.

“Kami bersyukur dengan adanya program redistribusi sertifikat tanah. Sebelumnya hasil kakao terus terang tidak memuaskan. Tapi setelah adanya sertifikat tanah bisa kami jadi agunkan di bank. Jadi bank percaya kami, dan bisa meningkatkan produk kakoa kami," tutur Akbal di kampung coklat Kolaka, Jumat (6/4/2018).

Modal usaha yang diperolehnya dari perbankan menambah produktivitas pertanian berupa pembelian bibit dan pupuk, serta berbagai kebutuhan pertanian lainnya. Selain itu, ia dapat membeli sepeda motor meskipun yang bekas sehingga menunjang pekerjaannya.

“Jadi kami sangat bersyukur, sertifikat itu sudah menjadi modal utama kami, karena kegunaannya sangat membantu kami,” tuturnya.

(Baca juga : Cerita Jokowi Ada Pihak yang Mengklaim Program KIP dan Sertifikat Tanah Gratis )

Ia menjelaskan, dulu penghasilan petani kakao hanya Rp 20 Juta per tahunnya. Setelah memeroleh sertifikat dan petani diberikan akses ke bank, penghasilan mereka meningkat hingga Rp 60 juta per tahun.

Tak hanya itu, program pemerintah tentang sertifikat tanah dirasakan dapat meningkatan ekonomi keluarganya. Dirinya juga tidak lagi kesulitan membiayai pendidikan anak-anaknya bersekolah hingga ke perguruan tinggi.

Nurnani, salah seorang petani Kakao di Kelurahan Lalombaa, Kecamatan Kolaka, Sulawesi Tenggara penerima sertifikat tanah gratis dari pemerintah.KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI Nurnani, salah seorang petani Kakao di Kelurahan Lalombaa, Kecamatan Kolaka, Sulawesi Tenggara penerima sertifikat tanah gratis dari pemerintah.
Hal yang sama diungkapkan Nurhani, petani kakao di Kelurahan Lalobaa, Kolaka. Dengan adanya sertifikat dan bisa dijadikan agunan di bank, dirinya mampu meningkat hasil produksi tanaman kakaonya.

"Tahun 1996 saya tanam coklat dan banyak mati, tapi setelah ada bantuan sambung samping dan ada mi sertifikatku bisa saya bawa ke bank untuk modal beli pupuk dan basmi hama kasian," tutur Nurhani.

Dengan hasil produksi kakao yang terus meningkat pertahunnya, ia mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

"Dua mi anakku yang kuliah, satu di Unhalu Kendari dan satunya di USN Kolaka. Alhamdullilah, itu berkat tanaman kakaoku," ucapnya.

(Baca juga : PAN: Kritik Amien Rais soal Sertifikat Tanah Bergeser Jadi Isu Politis )

Ketua Gabungan Kelompok Tani Kakao Sejahtera Kecamatan Kolaka, Alimuddin mengatakan, 10 kelompok yang ada di Kecamatan Kolaka telah menerima 300 lembar sertifikat tanah gratis dari pemerintah pusat.

Sertifikat itu telah diagunkan ke bank untuk penambahan modal usaha dan peningkatan hasil produksi petani.

"Sebelumnya kami kesulitan untuk meningkatkan produksi coklat kami, setelah mendapat sertifikat kami bisa mendapat modal dengan meminjamkan dana di BRI," ujarnya.

Kepala Cabang BRI Kabupaten Kolaka Syahrial menuturkan, hingga saat ini pihaknya telah menggelontorkan dana pembiayaan petani kakao sekitar Rp 2 miliar. Termasuk dengan adanya kepemilikan sertifikat tanah yang kini dimiliki para petani kakao.

“Jadi masyarakat yang sudah mendapatkan sertifikat tanah, sebaiknya memanfaatkan untuk bersinergi dengan BRI. Kami dari BRI jelas akan mempermudah proses pengurusannya,” ungkapnya.

Pihaknya memberikan kemudahan pelayanan bagi petani yang sudah memegang sertifikat, dengan mempercepat pencairan dana pinjaman. Pengurusannya kadang hanya satu hari setelah berkas dimasukkan, petani bisa menerima dana pinjaman. Paling lama tiga hari. 

Ia mencatat, terjadi peningkatan dalam pengajuan pinjaman perbankan dari petani, melalui jaminan sertifikat tanah. Total dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dicairkan BRI Kolaka tahun lalu mencapai Rp 200 miliar.

“Jumlah ini cukup besar. Makanya dengan angka ini, tahun ini pihaknya akan lebih meningkatan kemudahan pelayanan,” ujarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagikan Sembako di 4 Daerah, Kang Emil: 2/3 Warga Jabar Butuh Bantuan

Bagikan Sembako di 4 Daerah, Kang Emil: 2/3 Warga Jabar Butuh Bantuan

Regional
Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan 'Contact Tracing'

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan "Contact Tracing"

Regional
Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Regional
Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Regional
Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Regional
Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Regional
Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Regional
Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Regional
Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Regional
Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Regional
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Regional
Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Regional
Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Regional
Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X