Demokrat Genjot Elektabilitas AHY untuk Pilpres 2019

Kompas.com - 09/04/2018, 11:12 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY saat menyampaikan pidato penutup di di akhir penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINAgus Harimurti Yudhoyono atau AHY saat menyampaikan pidato penutup di di akhir penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat mempersiapkan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) untuk maju pada Pilpres 2019, baik sebagai capres maupun cawapres. Saat ini, AHY sedang tur keliling Nusantara untuk menaikkan elektabilitasnya.

"Tentulah semua partai politik menginginkan mengusung dari dirinya sendiri. Demokrat mempersiapkan Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Beliau salah satu putra terbaik bangsa yang ada di Demokrat," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, seusai acara "Ngopi Barang SBY" di Pendopo Lawas, Alun-alun Utara, Minggu (8/4/2018).

Hinca mengungkapkan, saat ini AHY sedang keliling Nusantara dan Senin (9/4/2018) pagi akan tiba di Yogyakarta. Kegiatan keliling Nusantara ini dilakukan guna menaikkan elektabilitasnya.

"Sekarang sedang terus bekerja keras keliling Nusantara, Tour De Jawa Timur, Jawa Barat, sekarang Yogyakarta, dan setelah itu Jateng. Tentu masih banyak waktu untuk menaikkan elektabilitasnya," tegasnya.

(Baca juga : AHY: Saya Belajar Banyak dari Pilkada DKI Jakarta )

Dengan keliling Nusantara, ia berharap elektabilitas AHY naik. Targetnya, elektabilitas AHY di atas 20 persen.

"Sampai saat ini lembaga-lembaga survei ada yang menempatkan di angka 17 untuk cawapres. Kami ingin menaikkan sampai angka 2 (20 persen), syukur-syukur bisa tembus angka 3 (30 persen)," urainya.

Menurutnya, Partai Demokrat mempunyai potensi mengusung capres atau cawapres. Hal ini melihat fakta hasil lembaga survei yang menampatkan AHY di posisi papan atas.

"Posisi Demokrat itu tentu mempunyai potensi mana saja (mengusung capres atau cawapres). Faktanya, lembaga-lembaga survei menempatkan Mas AHY pada papan atas juga di calon presiden maupun calon wakil presiden dan itu rata-rata hasil survei bulan Maret," tegasnya.

Untuk bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden sebagai pasangan calon, harus mendapatkan dukungan parpol 20 persen kursi nasional.

 

(Baca juga : Keliling Jawa Timur, AHY Mengaku Ingin Lebih Dekat dengan Masyarakat)

Faktanya, tidak ada partai politik yang bisa mengusung sendiri capres dan cawapres. Sehingga saat ini, semua partai politik masih saling melakukan komunikasi politik, termasuk Partai Demokrat.

"Posisi Partai Demokrat masih sama dengan 10 Maret yang lalu. Saat Rapimnas, Ketua Umum Pak SBY menyampaikan pada waktu yang tepat kami akan mengumumkan siapa calon presiden dan calon wakil presiden, tetapi pasti ada," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ani Yudhoyono menghadiri acara "Ngopi Bareng SBY" di Pendopo Lawas, Alun-alun Utara Yogyakarta.

Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ani Yudhoyono menikmati menu angkringan sembari ditemani alunan musik angklung. Acara "Ngopi Bareng SBY" ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan "SBY Tour De Jogja". 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X