Sebabkan Kecelakaan Kereta Sancaka di Ngawi, Sopir Truk Jadi Tersangka

Kompas.com - 08/04/2018, 13:05 WIB
Inilah kondisi lokomotif Kereta Sancaka tujuan Yogyakarta-Surabaya yang terguling pasca menabrak truk trailer di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat ( 6 / 4 / 2018) malam. Dok RukiminInilah kondisi lokomotif Kereta Sancaka tujuan Yogyakarta-Surabaya yang terguling pasca menabrak truk trailer di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat ( 6 / 4 / 2018) malam.

NGAWI, KOMPAS.com - Aparat penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi menahan Mohammad Sholeh Ajiaman (40), sopir truk trailer yang dituding menjadi penyebab kecelakaan kereta api Sancaka di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jumat (6/4/2018) malam.

"Sopirnya sudah kami tetapkan tersangka dan langsung ditahan di Mapolres Ngawi," ujar Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu yang dihubungi Kompas.com, Minggu ( 6/4/2018) siang.

Penetapan warga Bojonegoro itu sebagai tersangka dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan. Kepada polisi, Ajiaman mengaku truknya mogok saat melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi.

"Saat lewat di perlintasan itu truknya tiba-tiba mogok. Ia mencoba menyalakan kembali truk namun gagal," ucap Hutajulu.


(Baca juga: Kronologi Kereta Sancaka Tabrak Truk Trailer di Ngawi)

Lantaran mogok, kata Hutajulu, tersangka Ajiaman langsung keluar dari kabin pengemudi. Pasalnya, pada saat yang bersamaan meluncur kereta api Sancaka dari arah Madiun menuju Surabaya.

"Tersangka langsung keluar dari kabin pengemudi karena mendengar suara kereta api hendak datang," kata Hutajulu.

Pasca-kecelakaan, Ajiaman memilih bersembunyi lantaran takut diamuk massa. Sesaat kemudian, polisi berhasil menangkap Ajiaman yang bersembunyi tak jauh dari lokasi kejadian.

Hutajulu menambahkan, saat kejadian merupakan jam istirahat bagi Ajiaman. Namun, dia berinisiatif tetap bekerja mengemudikan truk trailer agar pekerjaannya cepat selesai.

Kepada tersangka, polisi menjeratnya dengan Pasal 359 KUHP Subs Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia.

"Tersangka kami jerat dengan pasal karena kelalaiannya mengakibatkan orang meninggal dunia," ujar Hutajulu.

(Baca juga: 440 Penumpang Berhasil Diselamatkan dari Kecelakaan Kereta Sancaka)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X