Tabrakan Kereta Sancaka, Polisi Tangkap Sopir Trailer yang Mengaku Truknya Mogok

Kompas.com - 07/04/2018, 13:05 WIB
Tim PT KAI Daop 7 Madiun mengevakuasi kereta yang anjlok dari rel pasca bertabrakan dengan truk trailer di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (7/4/2018). PranotoTim PT KAI Daop 7 Madiun mengevakuasi kereta yang anjlok dari rel pasca bertabrakan dengan truk trailer di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (7/4/2018).

NGAWI, KOMPAS.com - Aparat Satlantas Polres Ngawi akhirnya menangkap Aji Aman (41), sopir truk trailer yang diduga menjadi penyebab kecelakaan Kereta Api Sancaka di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jumat (6/4/2018) malam.

"Sopirnya sudah kami amankan. Aji yang berasal dari Bojonegoro itu saat ini sementara diperiksa anggota Polres Ngawi," kata Kepala Polres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu, kepada Kompas.com, Sabtu (7/4/2018) siang.

Hutajulu mengatakan, pengakuan lisan Aji menyatakan bahwa truknya mogok saat melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan.


Karena merasa panik, sopir itu keluar dari kabin truk untuk menyelamatkan diri.

"Pengakuan lisan sopir, truknya mogok, makanya dia keluar dari kabin truk untuk menyelamatkan diri," jelas Hutajulu.

Baca juga: Kronologi Kereta Sancaka Tabrak Truk Trailer di Ngawi

Korban jiwa hanya satu orang

Hutajulu juga memastikan bahwa korban jiwa dalam kecelakaan kereta Sancaka hanya satu orang.

"Jadi yang meninggal hanya satu orang, yakni masinis dan satu luka berat, yaitu asisten masinis yang saat ini dirawat di RSU Madiun. Untuk itu, saya ralat statement saya semalam," ujar Hutajulu.

Sebelumnya, hasil olah tempat kejadian sementara dari Polres Ngawi menyebutkan, korban jiwa akibat tabrakan KA Sancaka dengan truk tronton di Ngawi menjadi dua orang.

Selain masinis kereta api tujuan Yogyakarta-Surabaya, satu pekerja proyek double track jalur kereta api dilaporkan tewas.

"Untuk identitasnya belum kami ketahui. Saat ini keduanya masih dievakuasi," ucap Hutajulu kepada Kompas.com, Jumat (6/4/2018) malam.

Dia mengatakan, seorang masinis yang tewas ditemukan dalam posisi terjepit. Saat ini tim masih sementara mengevakuasi jenazah korban dari jepitan besi.

"Masinisnya meninggal di tempat dan tergencet saat ini dalam proses evakuasi. Satu lagi pekerja dari proyek double track ditemukan tewas," kata Hutajulu.

Baca juga: Usai Tabrak Truk di Ngawi, Lokomotif Kereta Sancaka Terguling

Kompas TV Buntut dari tabrakan truk trailer dengan Kereta Api Sancaka jurusan Yogjakarta-Surabaya yang tergelincir di Ngawi, Jawa Timur, masinis kereta tewas di lokasi.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Bocah 11 Tahun Disandera Abu Sayyaf, Keluarga: Dia Ikut Pamannya Cari Ikan

Kasus Bocah 11 Tahun Disandera Abu Sayyaf, Keluarga: Dia Ikut Pamannya Cari Ikan

Regional
Sempat Padam 19 Jam, Listrik di Kalsel dan Kalteng Diklaim Sudah Pulih 85 Persen

Sempat Padam 19 Jam, Listrik di Kalsel dan Kalteng Diklaim Sudah Pulih 85 Persen

Regional
Salah Info soal Kakek Mati Kelaparan, Wagub Sulsel Tetap Minta Warga Miskin Diperhatikan

Salah Info soal Kakek Mati Kelaparan, Wagub Sulsel Tetap Minta Warga Miskin Diperhatikan

Regional
Terseret Ombak Pantai Sawarna Banten, 1 Wisatawan Jakarta Tewas

Terseret Ombak Pantai Sawarna Banten, 1 Wisatawan Jakarta Tewas

Regional
'Selfie' di Atas Jembatan Gantung di Bengkulu Berujung Maut, 10 Orang Tewas Terseret Banjir

"Selfie" di Atas Jembatan Gantung di Bengkulu Berujung Maut, 10 Orang Tewas Terseret Banjir

Regional
Warga Semarang Tolak Tempat Pembuangan Sampah yang Dekat dengan Permukiman

Warga Semarang Tolak Tempat Pembuangan Sampah yang Dekat dengan Permukiman

Regional
Bantu Hiu Paus yang Terdampar di Pantai, Warga: Kami Tolong karena Masih Hidup

Bantu Hiu Paus yang Terdampar di Pantai, Warga: Kami Tolong karena Masih Hidup

Regional
Pria di Semarang Masih Hidup meski Sudah Terpental Ditabrak Kereta

Pria di Semarang Masih Hidup meski Sudah Terpental Ditabrak Kereta

Regional
Listrik Padam Lebih dari 19 Jam, Gubernur Kalsel Minta PLN Percepat Perbaikan

Listrik Padam Lebih dari 19 Jam, Gubernur Kalsel Minta PLN Percepat Perbaikan

Regional
Harapan Ridwan Kamil pada Gebrakan Rektor Baru ITB Reini Wirahadikusumah

Harapan Ridwan Kamil pada Gebrakan Rektor Baru ITB Reini Wirahadikusumah

Regional
Wi-Fi Gratis di Masjid, Menyusul di Tempat Ibadah Lainnya

Wi-Fi Gratis di Masjid, Menyusul di Tempat Ibadah Lainnya

Regional
Ancam Satwa Endemik, Walhi Imbau Izin 9 Perusahaan HTI Ditinjau Ulang

Ancam Satwa Endemik, Walhi Imbau Izin 9 Perusahaan HTI Ditinjau Ulang

Regional
Titik Terang Identitas Kerangka Manusia di Sofa Rumah Kosong Bandung: Pria Paruh Baya, Ras Asia

Titik Terang Identitas Kerangka Manusia di Sofa Rumah Kosong Bandung: Pria Paruh Baya, Ras Asia

Regional
Mulai 5 Februari, Perlintasan Kereta Api Purwosari Ditutup untuk Pembangunan Flyover

Mulai 5 Februari, Perlintasan Kereta Api Purwosari Ditutup untuk Pembangunan Flyover

Regional
Terkena Jerat, Lengan Beruang Madu Ini Terpaksa Diamputasi

Terkena Jerat, Lengan Beruang Madu Ini Terpaksa Diamputasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X