Kompas.com - 07/04/2018, 09:40 WIB
Bayi dari pasangan suami isteri Abdurrahman dan Sunariyah ini lahir tanpa anus dan membutuhkan biaya selama perawatan di rumah sakit. KOMPAS.com/TaufiqurrahmanBayi dari pasangan suami isteri Abdurrahman dan Sunariyah ini lahir tanpa anus dan membutuhkan biaya selama perawatan di rumah sakit.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Seorang bayi di Dusun Koberung, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur lahir dalam keadaan tanpa anus.

Bayi yang yang belum diberi nama ini dirawat di ruang neonatus RSUD dr Slamet Martodirdjo, Pamekasan. Karena tak memiliki anus, bayi ini harus mengeluarkan kotoran dari mulutnya melalui selang.

Abdurrahman, ayah bayi malang ini, mengatakan bahwa ia tak menyangka anaknya lahir tanpa anus. Bayi itu lahir pada Minggu (1/4/2018) melalui operasi sesar di rumah sakit swasta di Pamekasan.

Setelah diberi tahu oleh perawat rumah sakit mengenai kondisi bayinya, Abdurrahman terkejut bercampur bingung.

"Saya kebingungan karena harus merawat istri dan anak saya yang tanpa anus," ujar Abdurrahman saat ditemui Kompas.com, Jumat (6/4/2018).

Baca juga : Terlahir Tanpa Anus dan Kaki Kiri, Bayi Iqbal Awalnya Akan Dikirim ke Panti

Pria yang sehari-hari jadi buruh angkut garam ini menyatakan, dokter menyarankan agar anaknya dioperasi sehingga kondisinya normal seperti bayi lainnya. Operasi tersebut harus dilakukan di Surabaya karena di Pamekasan tidak ada dokter yang bisa menangani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Empat hari dirawat di rumah sakit swasta melalui BPJS. Namun, karena tidak ada rujukan untuk dioperasi ke Surabaya, saya bawa pulang. Selain itu karena menunggu di rumah sakit dengan wira-wirinya saya tidak punya biaya," ujar Abdurrahman.

Sehari setelah dari rumah sakit, kondisi bayi melemah. Perutnya membuncit sehingga dibawa ke rumah sakit lagi setelah disarankan demikian oleh bidan di desa setempat.

Meskipun tak punya biaya, Abdurrahman nekat membawa anaknya ke rumah sakit. Sementara itu, Suhatiyah, istrinya, tinggal di rumah karena harus menjalani masa penyembuhan pasca-operasi sesar.

"Saya cari utangan dulu sebelum ke rumah sakit, yang penting anak saya selamat," ucap dia.

Baca juga : Meski Dekat dari Kantor Pemkot Depok, Bayi Tanpa Anus Ini Belum Tersentuh Bantuan

Sayangnya, rumah sakit yang menjadi rujukan di Surabaya tersebut belum bisa menerima bayi Abdurrahman karena ruangan penuh. Abdurrahman pun harus menunggu.

"Biaya hidup selama menunggu ini yang saya bingung. Apalagi nanti kalau sudah di Surabaya. Kalau biaya anak saya di rumah sakit sudah ada karena ikut asuransi BPJS," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.