Hari Nelayan di Bengkulu Dimeriahkan Parade Kapal Tolak Trawl

Kompas.com - 06/04/2018, 18:09 WIB
Parade kapal oleh nelayan tradisional menolak trawl di Kota Bengkulu. KOMPAS.com/FIRMANSYAHParade kapal oleh nelayan tradisional menolak trawl di Kota Bengkulu.

BENGKULU, KOMPAS.com - Sekitar 26 kapal nelayan tradisional di Kota Bengkulu menggelar parade di Samudera Hindia sambil menyuarakan tolak trawl, Jumat (6/4/2018).

Parade diikuti ratusan nelayan, dimulai dari Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu. Antusias masyarakat cukup tinggi dalam parade.

"Ini merupakan peringatan Hari Nelayan Nasional. Kita dan semua nelayan bersepakat untuk menjaga lingkungan laut dan meninggalkan alat tangkap trawl," kata koordinator parade, Kelvin Aldo.

Parade selain diikuti 26 kapal tradisional mengarungi Samudera Hindia juga diikuti oleh kaum ibu, remaja, dan anak-anak.

(Baca juga : Dilarang Melaut, Nelayan Trawl Bengkulu Diberi Jatah Hidup )

Kelvin mengungkapkan, nelayan merupakan salah satu aset nasional dalam menunjang perekonomian nasional yang perlu mendapatkan perhatian lebih.

Setelah 57 tahun Hari Nelayan Nasional diggagas, kehidupan para nelayan di Indonesia, termasuk di Bengkulu masih memprihatinkan. Taraf hidup mereka masih jauh dari kata sejahtera.

Dengan fasilitas penangkap ikan seadanya, para nelayan juga semakin terpuruk di tengah degradasi sumber daya laut.

Degradasi tersebut salah saturnya disebabkan operasi alat penangkapan ikan terlarang pukat harimau atau trawl.

Seperti dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 71/PERMEN-KP/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik.

Meski sudah dilarang pengoperasiannya melalui sejumlah regulasi, faktanya alat trawl masih beroperasi dengan leluasa di perairan Bengkulu.

 

(Baca juga : Laut Bebas Trawl, Nelayan Bengkulu Gelar Sujud Syukur)

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X