Setelah Taklukan 6 Gunung di Dunia, 2 Srikandi Ini Siap Jajal Gunung Everest

Kompas.com - 06/04/2018, 16:03 WIB
Dua pendaki perempuan dari organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Katolik Parahyangan (Mahitala Unpar) Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) (kiri) dan Mathilda Dwi Lestari (24) (kanan) memberikan sambutan dalam acara #DengaryangMuda di Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (29/3). Meraka adalah dua orang perempuan yang sedang dalam misi untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di dunia, puncak
Gunung Everest. Mereka Tergabung dalam tim The Women of Indonesias Seven Summits Expedition
Mahitala Unpar (WISSEMU), Gunung Everest KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJODua pendaki perempuan dari organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Katolik Parahyangan (Mahitala Unpar) Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) (kiri) dan Mathilda Dwi Lestari (24) (kanan) memberikan sambutan dalam acara #DengaryangMuda di Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (29/3). Meraka adalah dua orang perempuan yang sedang dalam misi untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di dunia, puncak Gunung Everest. Mereka Tergabung dalam tim The Women of Indonesias Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU), Gunung Everest

BANDUNG, KOMPAS.com – Setelah berhasil mencapai enam puncak gunung, Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24), dua orang perempuan yang tergabung dalam tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition, melanjutkan perjalanan untuk menaklukan misi lainnya, yakni mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest.

Gunung Everest akan menjadi puncak gunung terakhir dari rangkaian misi mengibarkan bendera Indonesia di tujuh gunung tertinggi di tujuh benua.

Sebelumnya, mereka berdua telah berhasil mencapai enam puncak gunung tertinggi di belahan dunia lain, yakni Gunung Carstensz Pyramid (4.884 mdpl), Gunung Elbrus (5.642 mdpl), Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl), Gunung Aconcagua (6.962 mdpl), Gunung Vinson Massif (4.892 mdpl), dan Gunung Denali (6.190 mdpl) dalam empat tahun ke belakang.

“Semua pengalaman yang telah kita dapat selama empat tahun melakukan ekspedisi ini, kami merasa cukup siap untuk melaksanakan ekspedisi terakhir ini,” Kata Mathilda dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (6/4/2018).

Pegunungan Himalaya, Everest merupakan titik tertinggi yang ada di bumi. Dengan catatan elevasi 8.848 meter di atas permukaan laut, ketinggian Everest hampir sama dengan menumpuk dua Gunung Carstensz, gunung tertinggi di Indonesia.

Baca juga : Pendaki Asal Selandia Baru Belum Ditemukan, Semua Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup

Menurutnya, dalam pendakian kali ini, Everest akan menghadirkan tantangan ekstra, karena langkah menuju puncak, oksigen di ketinggian ini berkurang hanya menjadi sepertiga, dibandingkan dengan yang bisa kita hirup dengan bebas sekarang ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu Seven Summiteers Indonesia yang pernah menjejakkan kakinya di gunung tersebut, Frans, mengatakan bahwa perjalanan akan terasa berat dengan oksigen setipis itu.

"Badan terasa amat dingin. Napas menjadi amat berat. Jalan satu langkah membutuhkan empat kali pengambilan napas," ujarnya.

Baca juga : Pendaki yang Ditemukan Tewas di Puncak Gunung Lawu Diduga Bunuh Diri

Kondisi itu, lanjutnya, sudah dapat dirasakan di area sekitar kamp 3 yang berketinggian sekitar 7.200 mdpl, bahkan sebelum mencapai ketinggian 8.000 meter. Di musim dingin pada bulan Januari, suhu di puncak Everest bisa mencapai -60 derajat Celsius. Pada musim panas yang merupakan musim pendakian, suhu udara di pucuk bumi ini "hanya" berkisar -20 derajat Celsius, menambah tantangan lebih bagi pendaki, apalagi yang berasal dari daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Kamis, 29 Maret 2018 lalu, dua srikandi ini sudah memulai perjalanannya dengan harapan mengharumkan nama ibu Pertiwi di kancah Internasional lewat kibaran merah putih di atap dunia, Gunung Everest.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X