Periksa Sisa Tumpahan Minyak, Tim KLHK Keliling Teluk Balikpapan Setiap Hari

Kompas.com - 06/04/2018, 15:59 WIB
Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau langsung kondisi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. Akun Facebook KLHKTim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau langsung kondisi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Rasio Ridho Sani serta Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) M Karliansyah memantau perkembangan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pemantauan itu dilakukan sejak Sabtu (31/3/2018) hingga Jumat (6/4/2018). Tidak tanggung-tanggung, Rasio Ridho dan Karliansyah langsung terjun ke lapangan setiap hari dan berkeliling Teluk Balikpapan menggunakan speedboat untuk memitigasi dan memantau dampak pencemaran kebocoran pipa minyak Pertamina RU V di Teluk Balikpapan.

Dari pantauan di akun Facebook Ditjen Gakkum KLHK, tim yang turun ke lapangan selalu melaporkan langsung pada KLHK bahwa masih terdapat sisa tumpahan minyak yang berada di sekitar Teluk Balikpapan.

Namun, jumlahnya sudah sangat berkurang bila dibandingkan kondisi beberapa hari sebelumnya, walaupun di beberapa titik masih ditemukan kantong-kantong minyak yang relatif tebal.

Baca juga: Tumpahan Minyak di Balikpapan, Dirut Pertamina Sebut Ada Pipa yang Bergeser

 

Bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan dan GM Pertamina RU V, tim KLHK bahkan sempat mengunjungi beberapa lokasi perumahan si pesisir Teluk Balikpapan.

Di sana masih ditemukan minyak, khususnya di tiang dan kolong rumah bermodel rumah pasang surut, di wilayah Kelurahan Margasari, Kelurahan Kampung Baru Hulu, Kelurahan Kampung Baru Hilir, dan Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat.

KLHK meminta langsung pada Pertamina untuk membersihkan dengan mengambil minyak di titik-titik yang masih terdapat gumpalan minyak sehingga tidak terjadi penyebaran.

Selain tumpahan minyak di perairan, dampak lainnya adalah lepasnya Volatile Organic Compound (VOC) ke udara yang menimbulkan bau tajam dan mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Direktur Reskrimsus Polda Kaltim terkait penegakan hukum. Mereka akan melakukan penyidikan pidana, dan KLHK akan membantu pengusutan untuk menghitung ganti rugi terhadap kerugian yang dialami oleh masyarakat atas kejadian ini,” kata Rasio.

Baca juga: Area Terdampak Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan Capai 7.000 Hektar

Selain itu, KLHK akan memeriksa hukum perdata dan sanksi administratif, serta mediasi masyarakat yang terkena dampak langsung dari tumpahan minyak tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

Regional
Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Regional
Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Regional
Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Regional
Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Regional
Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Regional
15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

Regional
30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

Regional
Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Regional
Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Regional
11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

Regional
Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Regional
Kisah Pilu Bocah Balita di Medan, Orangtuanya Dipenjara dan Dianiaya Saat Tinggal dengan Pamannya

Kisah Pilu Bocah Balita di Medan, Orangtuanya Dipenjara dan Dianiaya Saat Tinggal dengan Pamannya

Regional
Jokowi Ingin Fakultas Kehutanan UGM Kembangkan Inovasi, di Antaranya 'Precision Forestry'

Jokowi Ingin Fakultas Kehutanan UGM Kembangkan Inovasi, di Antaranya "Precision Forestry"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X